• iklan 3


  • KPU Bersama Tim Sukses Tetapkan Batas Biaya

    0

       Cikarang, Bekasi, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bersama tim sukses pasangan Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada), sudah menentapkan batasan biaya kampanye untuk Pilkada 2017 sebesar Rp25.022.274.736.
    “Angka yang disepakati oleh pihak-pihak terkait Pilkada 2017 Kabupaten Bekasi itu berbeda dengan diusulkan KPU kepada lima tim sukses,” kata Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Kholik di Kabupaten Bekasi, Jumat.
    Menurut dia angka yang diusulkan kepada lima tim sukses pasangan bakal calon kepala daerah pada rapat koordinasi (rakor) Hari Minggu (16/10) sebesar Rp57.999.844.736.
    Dalam hal ini KPU RI sudah memiliki simulasi untuk batasan biaya Pilkada Kabupaten Bekasi.
    KPU bersama dengan para timses Balonkada sudah menyepakati angka tersebut dan sudah dikonsultasikan ke KPU Jawa Barat.
    Simulasi batasan anggaran kampanye dari KPU RI berkisar antara Rp18,6 Miliar sampai dengan Rp50 Miliar.
    Pada batasan yang disepakati untuk biaya kampanye sebesar Rp25 Miliar itu, dan paling banyak ialah untuk pembuatan bahwan kampanye sebesar Rp17.826.285.000.

       Ia menambahkan Angka tersebut berbeda dengan draft desain pembatasan pengeluaran dana kampanye yang sebeleumnya diusulkan KPU Kabupaten Bekasi.
    Dalam usulan sebelumnya, biaya pembuatan bahan kampanye sebesar Rp53.478.555.000. Pada intinya biaya kampanye ini sesuai kemampuan, tetapi dibatasi.
    “Kalau saya sih yakin tidak seluruhnya mereka akan gunakan. Karena uang segitu kan besar,¿ kata Ketua KPU.
    Sementara itu Tim Sukses Menarik dari Partai PDI-P Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Yaya Ropandi mengatakan, mengenai kesepatanan batasan ini bukan tentang besar atau kecilnya anggaran untuk kampanye.
    Namun, mengenai lebih besarnya potensi melakukan korupsi jika seseorang menggunakan biaya yang besar dalam kampanye, telah disepakati.
    ¿Menurut kami cukup realistis (angka maksimal dana kampanye yang disepakati bersama, Red), karena lebih diarahkan pada pertemuan-pertemuan terbatas,¿ jelasnya.
    Sedangkan Menanggapi turunnya pembatasan biaya kampanye itu, Ketua Timses Imam, Herman Ahmad mengaku tidak keberatan. Karena, itu merupakan batasan maksimal penggunaan biaya kampanye.
    ¿Ini sebenarnya bukan angka yang harus kita pakai. Kita kan beri toleransi teman ¿ teman yang ingin memakai sejumlah itu. Mungkin kita hanya akan menggunakan Rp5 Miliar sampai Rp10 Miliar,¿ katanya.
    Dalam penggunaan anggaran yang besar untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah maka potensi korupnya akan lebih besar.
    ¿Semakin besar angka, hampir dipastikan orang itu akan korup,¿ katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com