• KPPD Sleman Tekan Laju Alih Fungsi Lahan

    0

    logo-slemanSleman, jurnalsumatra.com – Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan kota Yogyakarta, Desa Sinduadi, Mlati, Sleman, turut merasakan laju pertumbuhan daerah.

    Dulunya merupakan pedesaan, kini berkembang menjadi perkotaan. Daerah yang tadinya persawahan, kemudian berganti menjadi bangunan-bangunan beton.

    Saat ini dari 18 pedukuhan yang ada di desa Sinduadi, hanya tersisa 8 pedukuhan yang masih memiliki kawasan persawahan. Dari 8 pedukuhan itu, terhitung hanya Dusun Ngaglik dan Gedongan yang persawahannya relatif masih luas.

    Kantor Pengendalian Pertanahan Daerah Kabupaten Sleman dalam mempertahankan ruang hijau dan mengendalikan laju alih fungsi lahan melakukan pemasangan papan informasi di 6 desa yang masuk dalam kategori urban.

    Selain Sinduadi, desa urban lainnya yang dipantau Kantor Pengendalian Pertanahan Daerah Sleman adalah Sinduharjo, Minomartani (Ngaglik), Balecatur, Banyuraden (Gamping), dan Wedomartani (Ngemplak). Dengan harapan menekan laju alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan, KPPD Kabupaten Sleman menargetkan alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah Sleman kurang dari 100 hektar/tahun.

    Untuk tahun ini, sudah terpasang 12 papan informasi di 6 desa. Total sudah lebih dari 200 yang dipasang di seluruh Sleman.

    Menurut Hendri Setiawan, Plt. Kepala Kantor Pengendalian Pertanahan Daerah Kabupaten Sleman, pemasangan papan informasi tersebut tidak hanya di wilayah zona aman. “Tetapi memang untuk mengamankan lokasi atau konservasi lahan,” terang Hendri, Rabu (26/10/2016).

    Di papan informasi tersebut tertulis “Kawasan Bududaya Pertanian, Pertahankan Demi Anak Cucu” dilengkapi keterangan Perda Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman 2011-2031.

    Pemasangan papan informasi, sejauh ini terbilang efektif. Setidaknya, menurut Kepala Desa Sinduadi, H. Senen Haryanto, pemasangan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama kelompok tani.

    Di wilayah Sinduadi sampai sekarang masih belum ada pelanggaran karena orang-orang yang mau membeli tanah juga jadinya mikir dan mundur teratur. “Karena tadinya mereka niatnya membeli untuk didirikan bangunan,” jelas Senen di Balai Desa Sinduadi.

    Tak hanya menekan laju alih fungsi lahan, pemasangan papan informasi itu juga meyakinkan perusahaan pupuk untuk memberi bantuan kepada Gapoktan. Ditambahkan Kabag Humas Setda Sleman, Dra Sri Winarti, kelompok tani Dusun Ngaglik mendapat bantuan PT Pusri berupa pupuk organik 8 kuintal, urea 2,5 kuintal, dan NPK 2,5 kuintal setelah PT Pusri meyakini lahan pertanian di Dusun Ngaglik tidak akan beralih fungsi. (Affan)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com