• Kegiatan Pendidikan dan Budaya Mampu Cegah Terorisme

    0
    aniek-handayani

    Kegiatan Pendidikan dan Budaya Mampu Cegah Terorisme

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Terorisme merupakan suatu permasalahan yang sangat serius dan berbahaya bagi kehidupan bangsa Indonesia. Terorisme harus ditanggulangi dengan melakukan gerakan kontra-radikalisasi dengan kampanye antiterorisme melalui pendidikan dan penguatan budaya bangsa Indonesia yang Berbhinneka Tunggal Ika dan berlandaskan pada falsafah pancasila.

    Seperti dikatakan Aniek Handayani, salah satu penulis buku “Batik Anti Terorisme” hari ini di Yogyakarta, upaya deradikalisasi melalui pendidikan dan budaya itu, salah satunya melalui karya batik yang merupakan warisan budaya adi luhung bangsa Indonesia.
    “Batik memiliki motif yang beragam dan pada tiap motifnya memiliki pesan dan nilai-nilai tersendiri,” kata Aniek Handayani yang menambahkan salah satu motif batik ialah batik Parang yang melambangkan kesinambungan.

    Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Staf ahli bidang kurikulum Gubernur Jawa Timur juga menunjukkan batik dengan motif empat punakawan yang menggambarkan kebaikan. “Mereka buruk rupa, tetapi memiliki hati yang baik. Cerita punakawan sendiri asli dari Indonesia. Dalam cerita pewayangan di India atau di negara lain, tidak ada kisah punakawan tersebut,” jelas Aniek.

    Motif batik lainnya ialah motif batik ceplok yang memiliki nilai kesederhanaan. Batik ini, disebut Aniek, memiliki nilai yang bermakna kesediaan menerima nasihat. Aniek juga menunjukkan batik bermotif buto atau raksasa, yang memiliki makna kejahatan yang akan berakibat pada kesengsaraan. Pada batik itu juga terdapat motif kupu-kupu yang bermakna bahwa manusia harus bisa bermetamorfosa: dari saat menjadi ulat di mana tidak disukai, menjadi kupu-kupu yang indah dan dapat terbang ke mana-mana.

    Batik sudah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Batik mulanya muncul dari Jawa. Lalu  menyebar ke seluruh nusantara. Sehingga setiap daerah di Indonesia memiliki khas batik masing-masing. Seperti contohnya di Sumatera itu disebut songket. (affan)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com