• Jonas: Belum Urgen Bicara Pengganti Calon Wakil

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Calon Wali Kota Kupang Jonas Salean mengatakan belum urgen membicarakan pengganti pasangannya, Nikolaus Fransiskus, yang saat ini sedang sakit.
    “Pak Niko masih belum masuk kategori sakit permanen yang mesti segera diganti. Ada aturannya sehingga saat ini belum urgen untuk dibicarakan soal penggantiannya,” kata Jonas di Kupang, Sabtu.
    Calon Wali Kota Kupang petahana itu memberikan penegasannya menjawab kondisi kesehatan calon wakilnya, Nikolaus Fransiskus, sehingga tidak bisa menghadiri Deklarasi Kampanye Berintegritas dan Damai di KPU, Jumat (28/10).
    “Dalam beberapa hari, akan sehat untuk bersama kembali menjalankan masa kampanye ini,” kata Jonas.
    Sesuai dengan aturan yang berlaku, penggantian pasangan calon harus memenuhi syarat jika dalam kondisi berhalangan tetap, seperti meninggal dunia dan sakit permanen yang disertai keterangan medis dari dokter.
    Dengan demikian, kata dia, yang dialami calon wakilnya itu masih belum bisa masuk kategori itu (berhalangan tetap).
    Sementara itu, anggota KPU Kota Kupang Lodowyk Frederik mengatakan bahwa setiap paket calon berhak untuk menggantikan salah satu dari calon itu dengan sejumlah syarat dan ketentuan.
    Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 12 Tahun 2016, tim koalisi partai pengusung memilik waktu 30 hari sebelum hari-H pelaksanaan pemungutan suara untuk mengganti salah satu dari paket calon itu dengan alasan berhalangan tetap.

         Berhalangan tetap yang dimaksud adalah jika pasangannya meninggal dunia atau mengalami gangguan kesehatan atau sakit yang permanen dan disertai dengan keterangan medik dari dokter ahlinya.
    Dengan begitu, tidak mudah bagi pasangan calon untuk menggantikan pasangan lainnya saat separuh jalan pelaksanaan pilkada. “Saat ini sudah masuk masa kampanye tentunya semua harus tetap berjalan sesuai aturannya,” katanya.
    Dalam kaitan dengan penggantian yang sudah memenuhi syarat tersebut, lanjut dia, KPU lalu akan memproses calon pengganti sesuai dengan prosedur yang sebelumnya, berkaitan dengan administrasi, pemeriksaan kesehatan, narkoba, dan lainnya.
    “Semua tahapan akan tetap dilalui calon pengganti. Namun, akan dipercepat dengan tetap melandaskan proses itu sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
    Ketua Divisi Pemenangan Pemilu Partai Golkar Kota Kupang Zeyto Ratuarat terpisah mengaku secara kelembagaan di partai beringin itu belum ada agenda pembahasan penggantian calon.
    Menurut dia, jika memang harus dilakukan, akan dibahas bersama seluruh partai koalisi untuk mencari jalan terbaik.
    “Untuk urusan penggantian ini akan menjadi urusan bersama, dan kewenangan penggantian wakil akan menjadi kewenangan penuh PDI Perjuangan sebagai yang miliki hak wakil,” katanya.
    Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang itu bahkan meyakini tidak akan ada penggantian calon wakil karena Nikolaus Fransiskus hanya kelelahan. “Akan tetapi, jika harus mengganti, akan menjadi kewenangan PDI Perjuangan,” katanya.
    Pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang 2017 di daerah itu diikuti dua pasangan calon, yakni Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus yang diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan, Hanura, NasDem, PKPI, dan PKB; pasangan Jefri Riwu Kore-Hermanus Man diusung Partai Demokrat, PAN, PPP, dan Partai Gerindra.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com