• Herman Deru: Politik Adalah Sarana Ibadah

    0
    Herman Deru: Politik Adalah Sarana Ibadah

    Herman Deru: Politik Adalah Sarana Ibadah

    Palembang, jurnalsumatra.com – Bupati Kabupaten Oku Timur dua periode yang juga tokoh Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan politik adalah sarana ibadah. Dengan berpolitik seharusnya kita makin dekat kepada Tuhan dan makin sayang kepada sesama, demikian intisari wawancara eksklusif MS. Galih dari Indopolitika bersama Herman Deru.

    Berikut adalah lengkap wawancara tersebut.

    Apa yang membuat Anda senang berpolitik?

    Pertanyaan ini bagus sekaligus jebakan. Tapi saya harus memberi penekanan berpolitik itu tidak buruk. Kalau selalu siapapun terjun ke dunia politik dianggap buruk, lantas siapa yang mau membuatnya baik?

    Berpolitik itu sarana, jalan. Politik adalah medan pengabdian, tempat beribadah. Kalau cari hidup di dunia politik pasti bukan tempat yang pas.

    Saya senang di dunia yang sedang dan pernah saya geluti. Saya pengusaha, pernah juga jadi pegawai negeri, kemudian menjadi pejabat negara, semua saya jalani dengan senang. Tetapi tentu di tempat dimana kita bisa berbuat banyak untuk ummat pasti akan lebih menyenangkan lagi.

    Banyak politisi dan pejabat ditangkap karena korupsi, bagaimana Anda melihatnya, apa tidak takut?

    Kenapa harus takut. Justru itu, dengan berpolitik dan atau menjadi pejabat publik itu seharusnya kita jalani dengan senang hati. Ini momen terindah yang tidak semua bisa mengalaminya. Bayangkan, dengan punya jabatan, kita bisa membantu rakyat banyak untuk sejahtera. Dengan berpolitik kita bisa menyusun dan membuat peraturan dan sejenisnya untuk kepentingan rakyat. Ini penekanannya, untuk kepentingan rakyat atau umat. Kalau berpolitik masih punya kepentingan memenuhi syahwat harta kekayaan dan ketenaran ya harus terima risikonya, ditangkap KPK atau pihak berwenang lain.

    Dalam pandangan Anda, bagaimana melihat banyaknya kepala daerah di Sumsel yang kena kasus korupsi?

    Saya ingin melihatnya secara umum saja, secara nasional. Prinsipnya kalau kita mau ibadah masa sih sampai harus dipenjara. Artinya apa? Jangan sampai khianati amanat umat. Jabatan kepala daerah atau jadi pejabat publik itu kan amanat dari rakyat. Ya jalani dengan baik. Ikuti aturan yang berlaku. Jadikan jabatan yang disandang sebagai sarana ibadah, sarana pengabdian.

    Saya sering merenungi diri, mau cari apa saya ini. Mohon maaf misalnya kalau mau mencari harta, saya sudah lebih dari cukup, Alhamdulillah. Jadi tentu yang harus dicari adalah amal. Amal itu bekal buat hidup kita nanti di alam kekal.

    Apa rencana Anda untuk rakyat Sumatera Selatan?

    Iya, saya ingin mengabdi pada mereka. Siapapun yang tinggal dan berdiam di Sumsel harus hidup nyaman dan aman. Itu artinya rakyat harus bebas dari kelaparan dan tak ada ketakutan. Bahasa sederhananya sejahtera dan aman. Dua hal itu amat penting.

    Apa yang baik kita jaga dan tingkatkan menjadi lebih baik. Sementara yang gagal, buruk ya harus diperbaiki, diganti dengan program yang lebih jitu. Kita ini, Sumsel seharusnya bisa menjadi provinsi papan atas atau yang terdepan. Sumsel itu lengkap kok, sumber daya alam dan sumber daya manusianya bagus, tinggal memenej dengan baik. Saya yakin kita bisa. (msg).

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com