• DPRD: Pembangunan Infrastruktur Pendidikan Perlu Pemerataan      

    0

    Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPRD) Kota Palangka Raya, Rusliansyah mendesak pemerintah daerah setempat melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan.
    “Pemerataan itu diperlukan sehingga kualitas pendidikan yang dilaksanakan di wilayah perkotaan dan pedesaan atau pinggiran tidak terlalu timpang,” katanya di Palangka Raya, Senin.
    Menurut politisi partai berlambang pohon beringin itu, kondisi dan pelaksanaan pendidikan di wilayah kota dan pinggiran di wilayah “Kota Cantik” ini jauh berbeda.
    Dia mengatakan, saat ini perbandingan dunia pendidikan wiwylah kota dan pinggiran atau desa jauh mengalami ketimpangan.
    Pelaksanaan pendidikan di wilayah kota sebagian besar telah didukung sarana dan prasarana yang memadai seperti adanya jaringan internet, penggunaan komputer, gedung yang dilengkapi kipas angin serta sarana pendukung lainnya.
    Sementara itu, untuk wilayah pinggiran sarana sekolah cukup memprihatinkan. Contohnya kondisi bangunan tidak semewah sekolah di perkotaan, tidak adanya jaringan internet dan penggunaan komputer dalam pelaksaan pendidikan.
    “Di sekolah pinggiran terkadang gurunya ada yang tidak disiplin. Bahkan siswanya sendiri usai pulang sekolah langsung bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya,” katanya.
    Untuk itu, antar-instansi pemerintah kota harus berkolaborasi guna mewujudkan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini sebagai kota Pendidikan, Jasa dan Pariwisata.
    “Pemerataan ini juga dalam rangka menciptakan pendidikan di Kota Palangka Raya yang bertaraf nasional bahkan internasional. Apalagi, bidang pendidikan ini juga menjadi salah satu visi-misi kota sehingga pengelolaan sektor ini harus benar-benar dimaksimalkan,” katanya.
    Dia menambahkan, pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus bekerja keras dalam mengupayakan infrastruktur pendidikan bisa dirasakan semua sekolah.
    “Namun, jika hanya mengandalkan APBD, jelas akan sulit mempercepat pemerataan pendidikan. Maka dibutuhkan bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat, serta perhatian dari swasta dalam membantu perkembangan pendidikan di kota ini. Maka dititik inilah peran dan komitmen Disdikbud juga diuji,” katanya.
    Pihaknya pun berhadap pemerintah kota juga memperhatikan penyebaran tenaga pendidik. Saat ini tenaga pengajar yang bertugas di sekolah pinggiran atau di daerah terpencil semakin berbondong-bondong berpindah ke wilayah kota.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com