• Disperindag Selenggarakan Sayembara Desain Dan Produk SULSEL

    0

    Makassar, jurnalsumatra.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan Sayembara Desain dan Produk Khas Sulsel.
    “Sayembara ini kami selenggarakan karena kami melihat dari tahun ke tahun produk kerajinan Sulsel itu-itu saja. Melalui sayembara ini kami ingin menggali ide-ide segar dan orisinil untuk desain produk Sulsel,” kata Kepala Bagian Industri Alat Transportasi Elektronika dan Aneka (IATEA) Disperindag Sulsel Meyke MS di sela- sela penyelenggaraan Sulawesi Incorporated Development Expo (SIDE) di Makassar, Kamis.
    Sayembara ini, jelasnya, dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu desain motif khas Sulsel, desain produk serat alam teknik anyaman, dan desain aksesoris logam teknik kandawari.
    “Untuk desain motif khas Sulsel dan desain aksesoris logam bisa hanya dalam bentuk desain, tetapi untuk desain produk anyaman serat alam kita khususkan untuk piranti saji, bisa dari lontar, serat  pisang atau serat lain yang alami dan bisa dikombinasikan dengan bahan lain serta harus disetorkan dalam bentuk barang,” terangnya.
    Lomba yang terbuka untuk umum dan tidak memungut biaya apapun ini, lanjutnya, akan dinilai oleh Panel Juri yang terdiri atas Ketua Dekranasda Sulsel Ayunsri, Dekan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Dr. Karta Jayadi, Praktisi Desain Produk Dian Cahyadi, dan pihak Disperindag.
    “Hasil karya desain yang masuk akan menjadi hak guna bagi Disperindag, kami bahkan akan memfasilitasi para pemenang agar karya tersebut bisa dipatenkan dan memperoleh royalti apabila digunakan untuk diproduksi secara massal,” ujarnya.
    Sementara itu, anggota panelis juri Dian Cahyadi mengatakan terdapat empat kriteria utama yang menjadi poin penilaian.
    “Penjurian akan menitikberatkan kepada invensi atau penemuan, inovasi, modifikasi, dan kemungkinan untuk melakukan diversifikasi produk,” kata Dian.
    Menurut Dian, selama ini, produk dan “brand” Sulsel seperti sutera dan kerajinan kriya memiliki banyak peminat hanya saja banyak yang belum mengetahui bahwa motif atau teknik kerajinan kriya tersebut berasal dari Sulsel.
    Dian mencontohkan mengenai teknik kandawari yang aslinya berasal dari Sulsel, dalam teknik tersebut ornamen dibuat dengan teknik filibri tetapi menggunakan puntiran, namun perhiasan dengan teknik pembuatan semacam ini justru lebih banyak ditemui di Bali.
    “Melalui sayembara ini, besar harapan kami agar para peserta mampu menginisiasi kebangkitan produk lokal,” katanya.
    Pendaftaran untuk sayembara ini dibuka dari tanggal 20 Agustus hingga 10 Oktober 2015. Formulir dan informasi teknis terkait sayembara ini dapat diperoleh melalui  http//iatea-disperindag-sulsel.com. Peserta juga dapat mengirimkan desain sebanyak-banyaknya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com