• Dibangun Awning, Pasar 16 Ilir Semakin Semraut

    0
    Pedagang Pasar 16 Ilir Tolak Rencana Pemasangan Awning

    Pedagang Pasar 16 Ilir Tolak Rencana Pemasangan Awning

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Demi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PD Pasar Jaya Palembang akan melegalkan rencana pembanggunan awning di lorong Basah Pasar 16 Ilir Palembang, padahal selama ini lorong basah hanya diperbolehkan beroperasi bagi para pedagang kaki lima (PKL) pada siang hingga sore hari.

    Dengan adanya rencana pembangunan awning yang akan dilakukan oleh PT Sriwijaya Jaya Perkasa (SRP) sebagai pengelola selama 5 tahun dengan sistem sewa, dengan adanya awning ini maka akan membuat kondisi kawasan Pasar 16 Ilir Palembang semakin semrawut.

    Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Febrianto, mengatakan karena saat ini masih dikaji pembahasan terkait besaran sewa lapak di lorong basah, agar tidak memberatkan para pedagang nantinya.

    “Kita akan kaji dulu berapa besaran sewa lapak di lorong basah. Karena jangan sampai nanti penataan lorong basah malah menimbulkan masalah baru,”katanya, Kamis (20/10).

    Febri mengungkapkan, terkait dengan aksi demo yang dilakukan oleh beberapa pedagang di kantor Walikota, adalah bentuk ketakutan para pedagang karena belum ada kejelasan atas pembangunan yang saat ini sedang berjalan.

    Padahal, pembangunan yang akan dilakukan oleh PD Pasar melalui pihak ketiga, untuk memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pembeli, yang nantinya akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang.

    “Kita ingin melakukan penataan,  jadi nanti PKL yang selama ini tidak punya tempat, sekarang akan dilegalkan dan tidak perlu kucing-kucingan lagi dengan petugas. Untuk uang sewa juga akan di sesuaikan dengan kemampuan pedagang,”jelasnya.

    Febri menjelaskan, pihaknya memang sudah menjadwalkan untuk melakukan sosialisasi kepada PKL terkait rencana pembangunan kios di Lorong Basah.Sebenarnya surat undangan sudah dikirimkan, tapi sepertinya tidak sampai ke pedagang. Yang pasti, kami tidak akan merugikan pedagang.

    Sebenarnya, harus diketahui oleh pedagang, selama ini persoalam pungli di Kota Palembang tertinggi ada di pasar. Berdasarkan pendataan, setiap hari ada sekitar 5000 an pedagang kaki lima yang dipungli.

     “Selama ini ratusan juta keluar dari pedagang kaki lima dan tidak tau masuk kemana. Kenapa tidak kita tata dan akan jadi pemasukkan bagi pendapatan daerah, tentu regulasinya nantin melalui Perda atau Perwali,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com