• iklan 3


  • Dewan Pers RDTL Ikut Pelatihan Di Kupang

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Sebanyak lima peserta Dewan Pers Republik Demokratik Timor Leste mengikuti pelatihan wartawan “Meliput Perubahan Iklim” diselenggarakan Lembaga Pers Dr Soetomo-Kedutaan Besar Norwegia untuk Indonesia di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 25-26 Oktober 2016.
    “Kami berterima kasih karena bisa dilibatkan dalam pelatihan terkait perubahan iklim ini. Isu perubahan iklim tidak hanya menjadi kekhawatiran bagi Indonesia namun juga merupakan masalah yang sama dihadapi masyarakat Timor Leste,” kata Direktur Analisa Media Dewan Pers RDTL Alberico da Costa Junior kepada Antara di Kupang, Rabu.
    Dia mengatakan pihak pers di negara yang berbatasan wilayah secara langsung dengan Nusa Tenggara Timur itu memiliki kekhawatiran yang sama terkait dengan fenomena perubahan iklim yang dialami secara global.
    “Kondisi iklim dan cuaca di Timor Leste tidak berbeda jauh dengan yang dialami di wilayah Timor barat karena secara geografis masih dalam satu pulau yang sama,” katanya.
    Oleh karenanya, menurut Alberico, informasi terkait dengan dampak perubahan iklim harus menjadi perhatian utama media massa sehingga masyarakat bisa memahami kondisi yang dialami agar bisa melakukan berbagai upaya adaptasi dan mitigasi dengan cepat.
    Sebelumnya, pihaknya berencana mendatangkan langsung para jurnalis dari Timor Leste untuk mengkuti pelatihan tersebut, namun masih terkendala anggaran.

        “Dewan Pers RDTL masih merupakan lembaga baru dan anggaran untuk kegiatan seperti ini masih terpusat di pemerintah oleh karena itu kami belum bisa mengikutsertakan wartawan dari sana untuk pelatihan kali ini,” katanya.
    Dia berharap, untuk pelatihan serupa di masa mendatang bisa mengikutsertakan wartawan dari Timor Leste sehingga bisa menambah bekal pengetahuan dalam meliput isu perubahan iklim.
    Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam yang hadir sebagai salah satu pemateri, mengapresiasi keterlibatan Dewan Pers RDTL untuk pertama kalinya dalam kegiatan tersebut.
    Menurut dia, hal itu menujukkan kepedulian dari berbagai pihak terkait dengan isu perubahan iklim yang saat ini sudah menjadi kekhawatiran masyarakat dunia.
    Dia mengatakan untuk menghadapi kondisi perubahan iklim, pemerintah membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen untuk mendorong semua pihak melakukan upaya adaptasi dan mitigasi.
    “Demikian juga dengan peran media massa yang memberikan infomasi, peringatan, dan himbauan kepada masyarakat mengenai dampak-dampak dari perubahan iklim saat ini,” katanya.
    Hadir sebagai pemateri lain dalam pelatihan tersebut, peneliti lingkungan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Michael Riwu Kaho, perwakilan LSM PIKUL Danny Watangterah, dan para peserta dari sejumlah media massa cetak, elektronik, dan online, baik lokal maupun nasional.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com