• DANREM Riau Imbau Anggotanya Netral PILKADA 2017    

    0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Komandan Korem 031 Wirabima mengimbau agar semua anggota prajurit mengedepankan netralitas dalam setiap tahapan proses Pemilihan Kepala Daerah di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, yang akan diselenggarakan serentak pada Februari 2017.
    “Prajurit TNI harus lebih mengedepankan profesionalitas, kuat dan hebat dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat,” kata Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi di Pekanbaru, Senin.
    Brigjen TNI Nurendi menjelaskan prajurit harus mengedepankan netralitas dalam setiap tahapan proses Pilkada yang akan berlangsung dan sudah di mulai pada Pemilihan Walikota Pekanbaru (pilwako) 2017 yang dilakukan Kampar dan Pekanbaru.
    “TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat. Inilah esensi kesejatinya prajurit. Ini tidak boleh pudar di tengah arus globalisasi,” tegasnya.
    Sekedar informasi sebelumnya diberitakan 11 paslon dari Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar yang akan maju pada Pilkada serentak mengikuti tes kesehatan dan psikologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, Senin (26/9).
    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru Amiruddin Sijaya mengatakan untuk Paslon Kota Pekanbaru mengikuti tes psikologi dan psikiatrik sedangkan Kampar pemeriksaan jasmani dan narkoba.
    “Jadi pemeriksaan dilaksanakan dua hari,” terang Amiruddin.
    24 dokter melakukan pemeriksaan untuk semua pasangan calon yang akan bertarung di pilkada ini. Selain itu juga ada sembilan psikolog, delapan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), lima dari konselor HIV/AIDS.
    “Banyak yang dilibatkan dalam tim pemeriksaan Paslon. Bagaimana kita nantinya memudahkan komunikasi, ” terang Direktur RSUD Arifin Achmad, Nurzeli.
    Belakangan hasil tes kesehatan didapati satu paslon dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk daftar pada Pilkada, sesuai pleno KPU dengan surat KPU no. 488/KPU/TBR/004.435269/IX/2016 tertanggal 30 September 2016 tentang penggantian pasangan calon walikota dan wakil walikota.
    Selanjutnya pada Selasa (4/10) lalu Panwaslu Pekanbaru memutuskan dan merekekomendasikan bahwa Said Usman Abdullah memenuhi persyaratan kesehatan sebagai bakal Paslon Wakil Walikota Pekanbaru 2017-2022.
    Pihaknya juga tegas tidak akan melaksanakan rekomendasi panitia pengawas pemilu setempat yang meminta penyelenggara memutuskan bahwa salah satu bakal calon wakil walikota yakni Said Usman Abdullah memenuhi perayaratan kesehatan.
    “Rekomendasi memang wajib ditindaklanjuti tapi belum tentu dilaksanakan. Kami akan melakukan kajian pendalaman dan berkonsultasi dengan yang berkompeten dan sudah disampaikan ke panwaslu,” kata Amiruddin Sijaya lagi.
    Dia mengatakan putusan terhadap rekomendasi itu akan terlihat pada saat penetapan calon 24 Oktober apakah Said Usman Abdullah ditetapkan sebagai pasangan calon atau tidak. Jika tidak ditetapkan, maka akan ada upaya hukum lain yang bisa dilakukan bakal calon.
    “Kalau nanti pada tanggal 24 Oktober pasangan Dastrayani Bibra dan Said Usman Abdullah tidak ditetapkan KPU Pekanbaru sebagai pasangan calon, maka pada saat itu bisa melakukan upaya sengketa ke panwaslu,” ujarnya.
    “Dan jika panwaslu memutuskan dan memberikan rekomendasi wajib mengikutsertakan pasangan Dastrayani Bibra dan Said Usman Abdullah, maka barulah KPU wajib mengikutsertakannya atau memasukkannya,” tambah dia.
    Kemudian jika putusan atau rekomendasi Panwaslu Pekanbaru tidak sesuai dengan permintaan calon masih ada juga upaya hukum lain. Upaya itu adalah pasangan bakal calon mengajukan sengketa ke Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan, Sumatera Utara,(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com