• Dalam Waktu 2 Bulan, Polres OKI Berhasil Amankan 161 Senpira

    0
    amankan-senpi-kapolres-oki-akbp-amazona-pelamonia-sh-sik-didampingi-jajarannya-saat-menunjukkan-sebanyak-161-senpi-yang-diamankanKAYUAGUNG, SUMSEL. jurnalsumatra.comKepolisin Resort (Polres) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel),  berhasil mengamankan sebanyak 161 senjata api rakitan (Senpira)  jenis laras panjang dan pistol dari masyarakat.

    Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia, mengatakan bahwa sejak bulan September lalu pihaknya melakukan operasi senpira, baik berupa penegakan hukum maupun dengan pendekatan persuasif dengan masyarakat. ”Kami sangat mengapresiasi warga yang menyerahkan senpira. Alhasil dalam waktu kurang lebih dua bulan ini, kami mengamankan sebanyak 161 senjata api dengan berbagai jenis, baik laras panjang maupun pendek. Rinciannya sebanyak 74 pucuk laras panjang dan 87 pucuk laras pendek,” kata Kapolres Selasa (25/10/2016) di Kayuagung.

    Menurut Kapolres, mayoritas senpira itu merupakan serahan dari masyarakat secara sukarela, dan hanya 5 kasus yang diproses hukum. Karena pemiliknya tertangkap tangan menyimpan atau membawa senpira tersebut. ”Kami sudah memberikan imbauan kepada masyarakat, melalui polsek, camat, kades dan perankat desa setempat agar masyarakat yang memiliki ataupun menyimpan senpira untuk segera menyerahkannya secara sukarela. Kami berjanji pemiliknya tidak akan diproses hukum,” tutur Kapolres.

    Kapolres melanjutkan jika masyarakat tetap bersikukuh menyimpan senpira, dan suatu saat  tertangkap tangan oleh petugas, maka akan di proses sesuai aturan hukum berlaku. ”Dari 161 pucuk senpi yang diamankan, rata-rata berasal dari Kecamatan Pangkalam Lampam. Sedangkan ada 5 kasus yang diproses hukum karena pemiliknya tertangkap tangan. Bagi tersangka dikenakan Undang-Undang No 12/1951,” jelasnya.

    Salah satu tersangka yang diproses hukum lantaran kedapatan memiliki senpi rakitan yakni, Rosidi (39), warga Desa Muara Burnai II, Kecamatan Lempuing Jaya mengaku kalau senpi itu dibeli seharga Rp11 juta, berikut 3 butir peluru. ”Senpi itu tidak pernah saya gunakan untuk kejahatan pak, cuma saya gunakan buat jaga-jaga,” akunya.
     
    Sedangkan tersangka lain pemilik senpi yang dibekuk polisi‎ yakni, Andilala (40), warga Kecamatan Tulung Selapan‎ mengaku membeli senpi yang dilengkapi dengan 6 amunisi aktif tersebut seharga Rp 1,6 juta. “Senpi itu saya beli dari Kecamatan Cengal dan kegunaannya hanya untuk jaga diri pak,” singkat Andila yang menyesali perbuatannya. (RICO)
  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com