• iklan 3


  • CCE UAD Teliti Kualitas Kaum Muda

    0

    dr-hadi-suyono-spsi-msiYogyakarta, jurnalsumatra.com – Perilaku politik kaum muda perlu diamati karena dapat menjadi indikator kualitas kaum muda dalam berkiprah menentukan nasib bangsa Indonesia.

    Hal itu disampaikan Dr Hadi Suyono, SPsi, MSi, Direktur Clinik for Community Empowerment Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kamis (27/10/2016) di Kampus 1 Jl Kapas, Umbulharjo, Yogyakarta. Di depan awak media, Hadi Suyono mengatakan, pihaknya kemudian menelusuri sejauhmana kiprah kaum muda dalam dunia politik.

    Melalui pendekatan kualitatif bisa mengumpulkan 482 responden kaum muda dari 500 orang yang dikategorikan pemilih pemula. Survei dilakukan di Yogyakarta. “Lokasi ini sengaja dipilih karena Yogyakarta adalah kota pendidikan yang kaum mudanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Hadi Suyono yang menambahkan hasil survei bisa dikatakan merepresentasikan ke-Indonesiaan.

    Hasil penelitian itu sungguh di luar dugaan. Pasalnya, sebanyak 353 orang atau 73,24 persen, tidak mengenal calon kepala daerah asal dan di mana ia tinggal sekarang. “Inilah pertanda anak muda yang tidak mengetahui dunia politik. Mereka sangat cuek dan tidak tertarik dunia politik,” papar dosen Fakultas Psikologi UAD ini

    Bagi Hadi, mereka sangat sibuk kuliah dan tidak menikmati pesta demokrasi. Tidak tertarik, tidak peduli dengan Pilkada dan tidak perhatian pada politik.

    Mereka menginginkan sosok pemimpin yang tidak haus jabatan dan rendah hati, tapi sebanyak 353 orang atau 84,65 persen, mereka tidak tertarik terjun ke dunia politik. “Bisa dikatakan mereka antipati terhadap politik,” papar Hadi Suyono lagi.

    Mengapa mereka tidak tertarik? Dijawab Hadi, politik hanya mengedepankan kekuasaan, banyak manipulasi, konspirasi dan mengedepankan kepentingan. “Juga menghalalkan segala cara dan penuh kebohongan,” kata Hadi sambil menambahkan politik itu kejam.

    Ketika ditanyakan saluran apa yang digunakan untuk melakukan kegiatan, mereka tidak ada yang menjawab masuk parpol. “Kebanyakan mereka beraktifitas di sosial kemasyarakatan dan organisasi kemahasiswaan,” tandas Hadi lagi.

    Hadi pun tidak menampik kalau partisipasi kaum muda dalam dunia politik sangat rendah. “Motivasi, perhatian dan kepedulian kaum muda pada dunia politik sangatlah rendah,” papar Hadi yang menambahkan saat ini terjadi lost generation kaderisasi politik di masa depan yang gejalanya sudah tampak pada politik dinasti karena parpol kesulitan mencari kader berkualitas.

    Menurut Hadi, sudah saatnya politisi senior sekarang ini harus menjadi teladan bagi generasi muda. “Ini yang perlu kita lakukan saat ini,” kata Hadi yang berharap kepada parpol untuk membuka sekolah politik sebagai tanggungjawab moral. (Affan)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com