• iklan 3


  • Bupati Pasaman Barat Pertanyakan Kinerja Bidan Jorong

    0

         Simpang Empat, jurnalsumatra.com – Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Syahiran mempertanyakan kinerja bidan jorong atau dusun karena tingkat kematian ibu dan bayi masih tinggi terjadi di daerah itu.
    “Saya ingin angka kematian ibu dan bayi di Pasaman Barat menurun atau tidak ada sama sekali. Jika masih ada ibu yang melahirkan meninggal dunia walaupun satu orang itu sangat besar pengaruhnya bagi daerah,” katanya di Simpang Empat, Jumat.
    Ia meminta bidan jorong yang ada di Pasaman Barat untuk berperan aktif menekan angka kematian ibu dan bayi tersebut.
    Apalagi bidan jorong sebelum ditempatkan di jorong-jorong sudah dibekali dengan tugas yang sudah dipahami. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut bidan jorong harus amanah dari tanggungjawab yang diberikan.

         “Jangan ada lagi bidan jorong ini hanya plang namanya saja yang ada di jorong. Orangnya jarang berada di tempat. Jika itu saya dapati tunggu saja sanksi yang tegas,” kata Syahiran.
    Menurutnya, bidan jorong yang ada di Pasaman Barat mencapai 216 orang. Setidaknya persoalan ibu dan bayi di jorong tersebut bisa ditangani oleh bidan. Sebab, insentif atau gaji untuk bidan yang ada di setiap jorong sudah diberikan.
    “Kita sudah mengeluarkan biaya untuk bidan tersebut supaya maksimal dalam menjalankan tugasnya,” sebutnya.
    Ia menyebutkan peran bidan jorong tidak bisa dianggab sepele lagi. Sebab, berhubungan langsung dengan pertumbuhan penduduk, kualitas serta angka kematian ibu dan bayi.
    Untuk itu, ia meminta peran bidan jorong tersebut untuk di evaluasi.
    “Kami melalui dinas terkait akan mengevaluasi peran bidan jorong yang ada saat ini. Kalau memang tidak ada peran atau kerja maka akan diganti dengan yang baru,” tegasnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com