• iklan 3


  • APBD Hulu Sungai Selatan Naik 29,13 Persen

    0

         Kandangan, Kalsel, jurnalsumatra.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan pada 2017 ditargetkan Rp1,3 triliun naik 29,13 persen atau Rp293,7 miliar dibanding 2016.
    Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry di Kandangan Kamis mengatakan, proyeksi kenaikan APBD tersebut berasal dari dana perimbangan, terutama dari dana alokasi khusus (DAK).
    “Tahun 2016, DAK tidak masuk dalam perhitungan Raperda APBD, dan pada 2017 ini, alokasi DAK dimasukkan dalam perhitungan Raperda APBD,” katanya.
    Sedangkan untuk target pendapatan asli daerah (PAD), tambah dia, ditarget Rp77,5 miliar lebih, turun sebesar Rp2,8 miliar lebih atau 3,57 persen dibandingkan target tahun 2016.
    “Penurunan target PAD ini, berdasarkan rasionalisasi pencapaian target tahun anggaran sebelumnya,ż katanya.
    Namun demikian, tambah Bupati, pihaknya akan terus bekerja keras untuk meningkatkan PAD melalui berbagai langkah strategis seperti melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap aturan dan pelaksanaannya, agar dapat maksimal.

         Seluruh SKPD, diminta lebih agresif melakukan terobosan baru dan menutup seluruh kebocoran-kebocoran yang mungkin terjadi, serta lebih awal melakukan pemungutan.
    “Pencapaian target PAD 2016, saya harap dijadikan bahan evaluasi dan menjadi bahan melakukan terobosan-terobosan baru memaksimalkan potensi PAD yang ada,” katanya.
    Sesuai dengan pembahasan, penerimaan APBD 2017 Rp1,3 triliun lebih, bakal dimanfaatkan untuk program pembangunan prioritas, terutama pengembangan infrastruktur untuk menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.
    “Berdasarkan perhitungan yang kita tetapkan, pada 2017 belanja daerah juga mencapai Rp1,3 triliun lebih, sehingga kendati APBD naik, tetapi belanja daerah tersebut mengalami defisit anggaran sebelum pembiayaan sebesar Rp87,4 miliar lebih,” katanya.
    Defisit anggaran tersebut, rencananya akan ditutupi dengan pembiayaan netto yang berasal dari selisih lebih penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan yang jumlahnya juga sebesar Rp87, 4 miliar lebih.
    “Sehingga nantinya posisi sisa lebih pembiayaan anggaran atau silpa pada Raperda APBD 2017 menjadi nihil atau nol,” jelasnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com