• 434 PAUD Kota Palembang Dapat Hibah

    0

    1 Desa 1 PaudPalembang, jurnalsumatra.com – Dalam meningkatkan kualitas sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik kepada 434 lembaga PAUD di Kota Palembang.

    Disaksikan langsung oleh Walikota Palembang Harnojoyo, penyaluran dana yang berasal dari program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP), merupakan berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) tahun 2015-2019 tentang peningkatan akses dan kualitas PAUD secara holistik dan integratif yang pondasi terwujudnya pendidikan dasar 12 tahun yang berkualitas.

    Harnojoyo menyampaikan, pemberian dana hibah kepada 434 lembaga PAUD pada hari ini, merupakan lanjutan program Pemkt Palembang untuk memnantu operasional dari PAUD yang ada di Kota Palembang.

    Dimana, untuk saat ini, dari 633 PAUD yang terdata pada data pokok pendidikan (Dapodik) pada Oktober 2016, baru 434 yang melengkapi persyaratan yang harus dilengkapi.

    “Salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan ini, lembaga PAUD haris terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebidayaan (Kemdikbud) dan sedikitnya memiliki 12 siswa/siswi didik,” jelasnya.

    Lebih lanjut disampaikan Harnojoyo, pemberian dana hibah ini, merupakan bentuk perhatian Pemerintah kepada lembaga yang akan menjadi garda terdepan untuk mencetak generasi sejak usia dini.

    Dimana, dengan harapan kedepan, seluruh PAUD mendapatkan bantuan seperti yang diberikan hari ini, dapat memenuhi operaisonalnya.

    “Jadi bantuan yang diberikan, untuk satu anak didik diberikan Rp 600 ribu per siswa per tahun. Dimana, bantuan yang diberikan peruntukannya 50% untuk dana pembelajaran, 35% untuk sarana pendukung dan 15% untuk lainnya,” ulasnya.

    Kedepan, orang nomor satu di Kota Palembang ini berharap, 633 lembaga PAUD di Kota Palembang mendapatkan bantuan. Agar operasional bagi PAUD dapat sedikit terbantu dengan adanya dana hibah ini.

    “Kami berupaya agar semua lembaga PAUD dapat memenuhi syarat penerimaan BOP ditahun depan. Beberapa persyaratan utama untuk mendapat BOP PAUD, yaitu lembaga harus mempunyai nomor pokok sekolah nasional (NPSN), Ijin Operasional lembaga yang masih aktif, terdata di Dapodik Paud, serta sedikitnya memiliki 12 siswa. Dan itu adalah syarat mutlak,” tandasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang melalui Kepala Bidang (Kabid) PNF Disdikpora Palembang, Bahrin, menerangkan, program BOP untuk tingkat PAUD ini bertujuan untuk meningkatkan layanan PAUD dan memfasilitasi anak-anak usia 0-6 tahun untuk mendapatkan pendidikan secara gratis.

    Dimana, besaran jumlah BOP PAUD berdasarkan hitungan perbandingan siswanya, dengan maksimal per lembaga menerima 36 juta rupiah per tahunnya.

    Akan tetapi, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki maka dana bantuannya akan dikondisikan, agar penyaluran dana merata.

    “Jadi, agar merata penyaluran dana diberikan Rp 600 ribu per siswa per tahun, dengan harapan lembaga PAUD yang menerima BOP agar dapat memanfaatkan dana tersebut untuk meningkatkan pelayanan PAUD,” imbuhnya.

    Lebih dalam bahrin menguraikan, sasaran BOP PAUD adalah lembaga PAUD formal dan non-formal, baik yang didirikan oleh individu, kelompok, yayasan, organisasi maupun Pemerintah daerah (Pemda). BOP PAUD tidak berlaku bagi satuan PAUD atau lembaga yang menetapkan dan menarik iuran yang melebihi ketentuan yang berlaku.

    “Untuk mengawasinya kami akan membentuk tim manajemen BOP PAUD tingkat Kota Palembang yang akan berkolaborasi dengan pemilik PAUD Kota Palembang,” tegasnya.(eka)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com