• iklan 3


  • 34 Kukang Jalani Karantina Dan Pemeriksaan Kesehatan

    0

        Bogor, jurnalsumatra.com – Sebanyak 34 kukang jawa (nycticebus javanicus) hasil sitaan Polda Jawa Barat menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatan di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa International Animal Rescue atau IAR Indonesia di Bogor.
    “Kami berupaya untuk mengembalikan sifat liar kukang sebelum mereka dilepasliarkan ke alam, upaya ini butuh waktu lama dan biaya besar,” kata Manajer Operasional IAR Indonesia Aris Hidayat di Bogor, Rabu.
    Ia menyebutkan sebelum menjalani rehabilitasi, 34 kukang hasil sitaan dari pemburu dan pengepul di wilayah Bandung ini sudah menjalani pemeriksaan kesehatan awal di IAR Indonesia.
    Pemeriksaan kesehatan mulai dari fisik, dan pemberian obat. Hasil pemeriksaan tim medis, secara umum kondisi kukang mengalami stress akibat perjalanan, lima kukang memiliki luka seperti gigitan, tiga individu mengalami trauma di bagian mata dan satu individu teraba ada peluru senapan angin pada bagian punggung.
    “Semua berkutu, empat kukang giginya patah, sementara yang lainnya masih bergigi utuh,” katanya.
    Ia menjelaskan kukang yang bergigi utuh memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali. Namun, tetap saja kukang yang diburu dari alam menderita karena diambil paksa dari habitat asalnya.
    “Tim bekerja sama untuk memberikan perawatan dan perlakuan sesuai dengan prinsip kesejahteraan satwa hingga akhir nanti mereka dapat kembali ke alam,” katanya.
    Menurut Aris, adanya penindakan hukum terhadap pengepul dan pemburu kukang masyarakat bisa berpartisipasi menghentikan rantai perdagangan kukang dengan tidak membeli maupun memelihara satwa liar dilindungi jenis apapun.
    “Tidak membeli dan tidak memelihara, laporkan jika melihat perdagangan satwa liar dilindungi,” katanya.
    Tanggal 18 Oktoboer 2016, Polda Jawa Barat menyita 34 kukang jawa dari dua orang pengepul dan tiga orang pemburu yang ditangkap di Kosambi, Bandung dan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

        Para pelaku merupakan sindikat perdagangan kukang di Jawa Barat dan sekitarnya.
    Pelaku melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun kurungan penjara dan denda Rp100 juta karena memburu dan memperjualbelikan primata dilindungi jenis kukang jawa.
    Menurut Ketua International Animal Rescue Indonesia Tantyo Bangun, upaya penindakan hukum jaringan perdagangan kukang merupakan salah satu upaya penanggulangan kejahatan lingkungan yang terjadi di Indonesia.
    “Konsistensi penegak hukum dalam menindak pelaku kejahatan satwa dan lingkungan akan berpengaruh pada penurunan angka perburuan, perdagangan dan pemeliharaan. Tentunya dibarengi dengan penyadartahuan tepat terhadap masyarakat luas baik ‘offline’ maupun ‘inline,” katanya.
    Menurut IAR Indonesia, kukang (Nycticebus sp) atau yang dikenal dengan nama lokal malu-malu merupakan primata yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
    Kukang juga dilindungi oleh peraturan internasional dalam Apendiks I oleh Convention International on Trade of Endangered Species (CITIS) yang artinya dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.
    Terdapat tiga jenis kukang di Indonesia yakni kukang jawa (nycticebus javanicus), kukang sumatera (nycticebus coucang), dan kukang kalimantan (nycticebus menagensis).
    Berdasarkan data IUCN, Redlist kukang jawa termasuk dalam kategori kritis atau terancam punah sedangkan kukang sumatera dan kalimantan termasuk dalam kategori rentan punah.
    Kukang terancam punah karena perburuan dan perdagangan untuk pemeliharaan. Perdagangan untuk pemeliharaan memegang peran besar dalam mendorong kepunahan kukang.
    Berdasarkan data IAR Indonesia, sekurangnya 200-250 individu kukang ditawarkan di tujuh pasar besar di empat kota besar Indonesia setiap tahun.
    Sementara hasil pemantauan online tahun 2015 menunjukkan sebanyak 400 individu kukang dipelihara oleh pemilik media sosial. Dari penelusuran data, sebanyak 800-900 individu kukang diambil paksa dari habitatnya selama satu tahun.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com