• iklan 3


  • Mantan Anggota DPRD Sumsel Diperiksa Kejagung Terkait Bansos

    0

     

    2016090520130228Kejari-kejagung-001JAKARTA, jurnalsumatra.com – Enam mantan anggota DPRD Sumatra Selatan diperiksa oleh Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi dana hibah dan bansos Sumatra Selatan tahun 2013‎, sebesar Rp.2,1 Triliun.

    Namun sampai usai pemeriksaan, keenam wakil rakyat belum ada satupun ditetapkan sebagai tersangka, tapi semua masih berstatus saksi.

    “Mereka masih diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, yang telah ditetapkan sebelumnya,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Fadil Zumhana, di Kejagung, Selasa (18/10).

    Keenam orang itu ‎Efran Effendi, Maliono, Nopran, M Aliandra, Budiarto Masrul dan Giri Ramandan.

    Menurut Fadil, materi pemeriksaan terkait ‎proses penganggaran dana hibah dan penerimaan proposal dalam dana hibah dan bantuan sosial Sumsel, 2013.

    “Sampai sekarang sudah 51 orang saksi kita periksa, ini terus bertambah jika penyidik memerlukan,” terangnya.

    Diketahui, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menganggarkan dana untuk bantuan hAPBD Perubahan naik menjadi Rp2.118.889.843.100. Dengan rincian dana hibah Rp. 2.118.289.843.100 dan dana bantuan sosial Rp600.000.000.

    Dalam kasus ini penyidik menetapkan dua tersangka yakni mantan Kepala Kesbangpol Ikhwanuddin dan Kepala BPKAD Sumsel Laonma PL Tobing.

    penyidik menemukan dugaan penyelewenangan  mulai dari perencanaan, penyaluran, penggunaan, dan pertanggungjawabannya. Semua proses tersebut langsung ditangani oleh Gubernur Sumatera Selatan tanpa melalui proses evaluasi/klarifikasi SKPD/Biro terkait. Sehingga diduga terjadi pertanggungjawaban penggunaan fiktif, tidak sesuai peruntukan dan terjadi pemotongan.(sumber : poskotanews.com/transformasinews.com

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com