• TKPKD: Tingkatkan Kualitas SDM Untuk Kurangi Kemiskinan

    0

         Semarang, jurnalsumatra.com – Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Jawa Tengah Heru Sudjatmoko berpendapat bahwa perlu ada peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya pengurangan angka kemiskinan di provinsi setempat.
    “Jika kualitas SDM meningkat, maka inovasi-inovasi juga bisa tercipta, karena inovasi itulah yang akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin,” katanya di Semarang, Jumat.
    Menurut Heru yang juga menjabat Wakil Gubernur Jateng itu, tanpa peningkatan kualitas SDM, maka berbagai program pemerintah yang disusun sebagus apa pun, tidak akan mencapai sasaran yang optimal.
    “Dengan kondisi kualitas SDM yang belum bagus, masih diperlukan program yang sifatnya mendikte atau mengarahkan, dan program ‘top down’ lebih efektif di tingkat kabupaten karena lebih dekat dengan masyarakatnya,” ujarnya.
    Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, masih ada 15 kabupaten yang persentase kemiskinannya tinggi yakni, Kabupaten Blora, Grobogan, Cilacap, Purworejo, Klaten, Demak, Sragen, Banyumas, Banjarnegara, Pemalang, Rembang, Purbalingga, Brebes, Kebumen, dan Wonosobo.

         Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jateng bekerja sama dengan semua pihak terus melakukan upaya percepatan penurunan kemiskinan.
    “SPKD pun disusun untuk dijadikan pedoman para pemangku kepentingan dalam percepatan penanggulangan kemiskinan sehingga dapat memenuhi target sebesar 12,20-11,73 persen pada 2016, berkurang lagi menjadi 11,30-10,83 persen pada 2017, dan mencapai 10,40- 9,93 persen pada 2018,” katanya.
    Untuk mencapai target tersebut, kata Heru, pemerintah provinsi tidak bisa berjalan sendirian karena butuh kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, DPRD, perguruan tinggi, organisasi, dan tokoh masyarakat, dunia usaha serta dunia industri, pihak swasta dan masyarakat, untuk bergotong-royong secara terpadu mengentaskan kemiskinan di provinsi ini.
    Dalam upaya pengurangan angka kemiskinan, disepakati menggunakan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
    Data itu adalah data “by name, by address” di seluruh Jateng dan sekarang data tersebut dibagi per kabupaten/kota agar menjadi basis data utama bagi pihak terkait.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com