• PUPR Pasang Bronjong Di Tanggul Desa Paminggir

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis), Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan akan memasang bronjong di tanggul yang rusak dan jebol sepanjang 250 meter di Desa Paminggir, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
    “Ya untuk penangangan darurat bencana banjir bandang Sungai Cimanuk, bronjong akan dipasang mulai hari ini  (22/9),” kata Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR Imam Susanto saat dihubungi, di lokasi bencana di Garut, Kamis.
    Ditegaskannya, pemasangan bronjong itu untuk penanganan darurat dan untuk memproteksi (apabila) hujan besar, karena di sini pemukiman padat. Selanjutnya, akan dilakukan penanganan permanen.
    Ia menjelaskan, selain penanganan darurat tersebut pihaknya juga menyiapkan alat berat yang siap dimobilisasi bila dibutuhkan.
    “Kita siapkan empat alat berat berupa satu ‘longarm’ dan tiga ‘backhoe excavator’,” katanya.
    Alat berat tersebut, akan didatangkan dari lokasi paket pekerjaan terdekat, sehingga apabila kondisi memungkinkan dapat dengan cepat diturunkan.
    Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa intensitas hujan yang terjadi memang cukup tinggi.
    Ia bahkan menyebut, di hulu Sungai Cimanuk terdapat Bendung Copong, dengan desain banjir ulangan 100 tahun atau Q 100 tahunan untuk aliran air sebesar 740 m3 per detik. Sementara yang terjadi kemarin mencapai 1.140 m3 per detik karena intensitas curah hujan yang tinggi 255 mm dari sore hingga tengah malam.
    Hal itu menyebabkan air melimpas ke hilir sangat besar. “Kita memang mendesain tanggul sungai itu pada kapasitas tertentu,” tutur Imam.

         Sebagai perbandingan, Imam mengatakan bahwa curah hujan yang terjadi pada saat banjir Jakarta 2013 adalah 180 mm sedangkan ukuran curah hujan normal adalah 0-25 mm, sedang 25-50 mm dan 50-100 itu sudah masuk kategori tinggi.
    Sementara itu Kepala BBWS Cimancis Mochamad Mazid secara terpisah dalam siaran pers Kementerian PUPR mengatakan bahwa kerusakan infrastruktur SDA yang baru teridentifikasi adalah rusaknya tanggul sepanjang 250 meter tersebut, selanjutnya masih menunggu surutnya banjir untuk pemeriksaan lebih lanjut.
    “Identifikasi kerusakan dan penanganan lainnya akan menunggu  sampai kondisi surut, sejak pukul tujuh  pagi hari ini (22/9) diketahui bahwa kondisi sudah berangsur surut  dan teridentifikasi bahwa di Bendung Copong tidak ada kerusakan dan di hilirnya ada gerusan,” demikian Mazid.
    Basuki meluncur
    Sementara itu, siaran pers Kementerian PUPR pagi ini (22/9) menyebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pagi ini (22/9) berangkat menuju lokasi bencana banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
    Rencananya akan dilakukan rapat kordinasi lapangan bersama Bupati Garut Rudy Gunawan di Kantor PDAM Garut yang juga menjadi Posko Kementerian PUPR.
    Sebelumnya menurut catatan terakhir Kepolisian Daerah Polda Jabar jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga Rabu malam (21/9), bertambah menjadi 23 orang.
    “Identifikasi korban di Rumah Sakit TNI AD Guntur Garut untuk perkembangan sampai pukul 20.00 WIB, data korban meninggal dunia 23 orang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus.
    Ia mengatakan banjir akibat luapan Sungai Cimanuk itu menyebabkan pemukiman penduduk terendam banjir dan membuat warga luka-luka serta terbawa hanyut arus banjir. Selain korban meninggal dunia, tercatat empat orang mengalami luka berat, 27 orang luka ringan, 12 orang dinyatakan hilang.
    “Dari sekian korban tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda yaitu di Lapang Paris, Kampung Bojong Larang, Kampung Cimacan, dan Kampung Cisurat di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com