• Pengamat: Pola Pembenahan Atlet Malut Harus Dibenahi

    0

        Ternate, jurnalsumatra.com – Pengamat olahraga dari Universitas Khairun Ternate Hasbi Yusup mengatakan pola pembinaan atlet di Maluku Utara (Malut) harus dibenahi agar bisa berprestasi gemilang di ajang PON XX Papua tahun 2020.
    “Malut pada PON XIX di Bandung hanya meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu, ini jelas menjadi bukti bahwa pola pembinaan atlet Malut yang dilakukan selama ini belum berjalan baik,” katanya di Ternate, Sabtu.
    Menurut dia, pola pembinaan atlet di Malut selama ini umumnya hanya dilakukan secara intensif ketika akan menghadapai suatu kejuaraan atau PON, itu pun dilakukan hanya beberapa bulan.
    Pola pembinaan atlet yang baik, kata Hasbi Yusup, seharusnya dilakukan sejak dini, berkesinambungan, fokus dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya akan menilai kondisi fisik dan kesehatan atlet untuk jangka panjang.
    Selain itu, atlet harus sering mengikuti kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional, bahkan jika memungkinkan di tingkat internasional, untuk mengukur kemampuan sekaligus memberi wawasan dan pengalaman bertanding kepada atlet.

         “Pemenuhan gizi atlet juga harus diperhatikan, begitu pula kesejahteraannya dan jaminan masa depannya harus ada kepastian, agar atlet lebih fokus dan bersemangat dalam berlatih,” katanya.
    Selain itu, sekaligus mencegah atlet Malut hijrah ke daerah lain karena iming-iming kesejahteraan seperti yang banyak terjadi di berbagai daerah selama ini.
    Hasbi Yusup mengatakan, hal lain yang perlu pula dibenahi adalah infrastruktur olah raga, karena hampir semua infrastruktur di daerah ini tidak memenuhi standar, bahkan banyak cabang olah raga yang belum memiliki infrastruktur latihan, di antaranya renang.
    Pembinaan atlet di Malut, harus difokuskan pada cabang olahraga yang memiliki potensi atlet di daerah ini, misalnya cabang tinju, sepak bola, futsal, taekwondo, karate, catur dan mungthai, ujarnya.
    Hasbi Yusup menambahkan, dukungan dana untuk pembinaan olahraga di Malut, juga harus memadai karena belajar dari daerah lainnya di Indonesia yang berhasil meraih prestasi terbaik di PON XIX Bandung semuanya mendapat dukungan dana yang memadai dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lainnya di daerah bersangkutan.
    Sebelumnya Ketua Umum KONI Malut Djafar Umar mengakui bahwa salah satu kendala utama dalam pembinaan atlet di Malut selama ini terbatasnya dana karena dukungan dana dari Pemprov Malut dalam setiap tahunnya kurang dari Rp3 miliar, padahal kebutuhan pembinaan atlet sekitar Rp20 miliar per tahun.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com