• Lahan Kritis Di Lebak Capai 9.000 Hektare      

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mencatat lahan kritis di daerah itu saat ini kini mencapai seluas 9.000 hektare tersebar di 28 kecamatan.
    “Kami terus mengoptimalkan gerakan penghijauan guna mengurangi lahan kritis,” kata Sekretaris Dishutbun Kabupaten Lebak Imam Rahmadin di Lebak, Kamis.
    Pemerintah daerah berkomitmen untuk melestarikan hutan dan lahan agar tidak menimbulkan bencana alam, seperti banjir bandang maupun tanah longsor.
    Ia menyebutkan Kabupaten Lebak merupakan kawasan hulu sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menggalakkan gerakan penghijauan.
    Pada tahun 2016, pihaknya mencanangkan penghijauan melalui Program Penanaman Satu Miliar Pohon (One Billion Indonesian Trees/OBIT) dan sudah tertanam sebanyak 6,3 juta tanaman keras.
    “Kami berharap luas lahan kritis ke depan terus berkurang dengan melaksanakan gerakan penghijauan,” katanya.
    Menurut dia, selama ini minat masyarakat Kabupaten Lebak melaksanakan gerakan penghijauan cukup tinggi.
    Selain itu masyarakat juga mengembangkan penangkaran benih tanaman keras karena bisa mendatangkan pendapatan bagi warga, juga untuk pelestarian hutan.
    Masyarakat melaksanakan gerakan penghijauan di lahan-lahan milik sendiri dan bantaran sungai serta daerah tangkapan air yang kondisinya sudah kritis.
    Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat agar gemar menanam pohon guna mencegah kerusakan lahan dan hutan.
    Saat ini, lahan kritis kebanyakan milik rakyat karena mereka kurang memiliki kesadaran untuk melaksanakan gerakan penghijauan.
    Pelaksanaan gerakan penghijauan tersebut dapat mengantisipasi pemanasan global atau global warming.
    “Kami terus mengoptimalkan penyuluhan agar seluruh warga Lebak membudayakan penanaman pohon guna pelestarian hutan dan lingkungan,” jelasnya.
    Ia menyebutkan saat ini jumlah areal hutan di Kabupaten Lebak tercatat 136.058 hektar terdiri dari hutan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGHS), Hutan Rakyat, Hutan Perum Perhutani, Hutan Adat.
    Saat ini, kondisi hutan relatif baik karena tingkat kesadaran masyarakat cukup baik untuk pelestarian hutan dan lingkungan dengan gerakan penanaman tersebut.
    “Kami yakin ke depan Lebak menjadi daerah hijau juga terjaga kelestarian hutan dan alamnya,” katanya.
    Ketua Kelompok Tani Desa Cirinten, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Samsudin, menyambut positif bantuan dari Program OBIT tersebut guna mengantisipasi kerusakan hutan dan lahan.
    “Kami berharap bantuan bibit tanaman itu dapat mencegah bencana alam dan kerusakan hutan, juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com