• Keys Raih Kemenangan Dramatis Atas Osaka

    0

    New York, jurnalsumatra.com – Petenis putri belia Jepang Naomi Osaka mengakui dirinya “panik” ketika keunggulan besarnya saat melawan Madison Keys sirna di AS Terbuka pada Jumat.
    Osaka harus menghapus air matanya ketika unggulan kedelapan asal AS Keys meraih kemenangan dramatis 7-5, 4-6, 7-6 (3) untuk mencapai putaran keempat.
    Memimpin 5-1 pada set ketiga dan berada di ambang kemenangan terbesar dalam kariernya, penampilan Osaka berantakan ketika Keys menyapu bersih lima game berikutnya untuk meraih kemenangan atas lawannya yang masih berusia 18 tahun itu.
    “Itu bukanlah pertandingan-pertandingan paling menyenangkan, namun saya tahu bahwa jika saya bertahan di pertandingan maka saya mungkin mendapat kesempatan untuk bangkit dan mendapatkannya kembali,” kata Keys, yang selanjutnya akan bertemu mantan petenis peringkat satu dunia dan finalis AS Terbuka Caroline Wozniacki.
    “Saat saya mampu mendapatkan sedikit momentum, saya merasa seperti saya menemukan lebih banyak permainan saya. Pada titik itu, saya tahu saya harus menaikkan tempo atau jika tidak saya akan pulang.”
    Merosotnya penampilan Osaka terjadi pada salah satu panggung terbesar olahraga tenis.
    Petenis peringkat 81 dunia asal Jepang ini berulang kali mengusap air matanya, di mana ia hanya kurang satu poin lagi dan menutupi matanya saat berjalan menuju sudut lapangan.
    Namun tidak ada tempat untuk bersembunyi di Stadion Arthur Ashe, dari tatapan para penonton atau Keys, yang mampu bangkit dan mengunci kemenangan ketika pukulan pengembalian Osaka melebar.
    Kehancuran serupa
    Kehancuran Osaka dalam banyak hal mengingatkan pada kekalahan Martina Hingis dari Steffi Graf di lapangan tengah Roland Garros pada 1999, dan kekalahan menyesakkan Jana Novotna dari Graf pada final Wimbledon 1993, ketika petenis Ceko itu menangis tersedu-sedu di bahu Duchess of Kent.
    “Pada akhir pertandingan, ini sedikit tergantung pada pengalaman, berada di situasi seperti ini sebelumnya, menelan kekalahan pada pertandingan-pertandingan berat,” kata Keys. “Ini terjadi. Ini hanya membuat Anda menjadi semakin kuat.”
    “Anda dapat meletakkan hal ini ke belakang kepala Anda dan menggunakannya untuk menjadi bahan bakar bagi diri sendiri dan keluar dari sana dan berusaha untuk menjadi lebih baik.”
    Ini bukan pertama kalinya Keys mampu meloloskan diri dari situasi tidak menguntungkan.
    Petenis 21 tahun asal AS itu melakukan start naik-turun di Grand Slam terakhir tahun ini, bangkit dari tertinggal satu set untuk kemudian meraih kemenangan atas petenis Jerman Alison Riske pada pertarungan tiga set.
    Keys kembali dipaksa bekerja keras oleh Osaka, pada penampilan pertamanya di undian utama AS Terbuka.
    Osaka memukul dengan bebas dari baseline seperti petenis yang tidak memiliki beban, namun saat petenis muda itu tiba-tiba melihat ke papan skor dan mendapat ia telah unggul 5-1 di set ketiga, beban realitas ternyata masih belum sanggup dipikulnya.
    Dengan tiap-tiap tembakannya yang gagal, tiap-tiap peluang yang tersia-siakan, rasa gugup semakin menghantuinya.
    Osaka dua kali melakukan serve untuk mengakhiri pertandingan dan keduanya dapat dipatahkan.
    “Pada kedudukan 5-1 saya sangat gugup,” aku Osaka. “Saya sedikit ingin menyudahinya.”
    “Saya merasa saya dapat mengandalkan serve saya pada poin itu karena saya pikir saya melakukan serve pada kedudukan 5-1. Itu tidak benar-benar mengganggu saya bahwa ia memegang serve saat itu.”
    “Namun itu benar-benar membuat saya panik ketika ia kemudian melaju 5-2, 5-3, 5-4.”(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com