• iklan 3


  • Herman Deru Jadi Primadona Karena Elektabilitasnya Paling Tinggi

    0
    Herman Deru Membaur Bersama Warga Meriahkan HUT RI

    Herman Deru Jadi Primadona Karena Elektabilitasnya Paling Tinggi

    Palembang, jurnalsumatra.com -  Perhelatan pilkada serentak tahun 2018 masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan, namun jagat nyata dan jagat maya telah dipenuhi dengan persaingan para pendukung bakal calon gubernur. Hal ini terlihat di Sumatera Selatan, dimana para pendukung dan mereka yang mengaku relawan bakal calon gubernur telah turun memasang berbagai alat kontak untuk sosialisasi kandidat yang didukungnya.

    Menariknya perhelatan pilkada Sumatera Selatan tahun 2018 ini karena incumbent Alek Noerdin tidak mungkin lagi mencalonkan diri sementara puteranya yang dianggap penerus dinasti politiknya telah menyatakan turun serta dalam pilkada serentak tahun 2017 di Kabupaten Musi Banyuasin(Muba). Karena itulah persaingan menuju pilkada Sumsel 2018 menjadi semakin menarik.

    Diantara para bakal calon yang sudah muncul ke permukaan dan melakukan sosialisasi baik langsung atau malu-malu adalah para pejabat dan penyelenggara negara yang kebetulan merangkap ketua parpol, mereka adalah Ishak Mekki, Ketua Partai Demokrat Sumsel sekaligus Wakil Gubernur Petahana, Aswari Rifa’i, Ketua Partai Gerindra Sumsel sekaligus Bupati Lahat. Kemudian Ketua Partai Nasdem Sumsel, mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman, mantan kabareskrim Susno Djuadi dan tokoh sumatera Selatan yang juga mantan Bupati OKU Timur dua periode Herman Deru.

    Sekretaris Perlaksana Kelompok Diskusi Demokrasi Sumsel (KoDDeS), Husnul Khotimah menyatakan peta persaingan menjelang Pilgub Sumsel 2018 sangat dinamis bahkan ada kemungkinan mengerucut jauh hari sebelum perhelatan. “Ini karena aturan pilkada serentak sedang diperbaiki dan kemungkinan hasilnya akan mengubah peta persaingan itu,” demikian ujar Husnul kepada wartawan saat gelar diskusi mingguan “Melawan Stigma Sumsel Lumbung Korupsi: Mencari Pemimpin Bersih” di Bingen Café, Palembang , Jum’at 9 September 2018.

    Husnul menambahkan, para bakal calon yang pernah dipidana atau sedang dipidana karena 3 kejahatan utama yakni korupsi, narkoba dan kejahatan sex dipastikan akan malu hati dan menunda sosialisasi. “Iyalah masa gak malu, mau melawan arus dan menantang logika publik?” demikian tanyanya kepada media.  Husnul menambahkan, “tanpa perlu menyebut nama figur dimaksud publik sudah tahu siapa saja yang bermasalah. Ini yang saya maksud bakal calon gubernur Sumsel 2018 akan mengerucut,” ujarnya.

    Sementara itu peneliti Lembaga Survei Stratak Indonesia,  Oktarina Subarjo saat dihubungi melalui saluran telepon menyatakan bahwa para bakal calon gubernur Sumsel 2018 masih cair. “Saya menyarakankan kepada para bakal calon untuk sosialisasi saja, turunlah dan adu program. Dari sisi popularitas dan elektabilitas mantan calon gubernur 2013 Herman Deru adalah yang tertinggi. Popularitas Herman Deru ada di kisaran 70%, sementara elektabilitasnya ada di kisaran 30%. Itu survei Bulan Juni 2016, Saya dengar Deru saat itu belum melakukan sosialisasi ke bawah,” ujar Okta.

    Okta menambahkan agak sulit bagi Deru untuk menerima pinangan sebagai calon wakil gubernur bagi siapapun. “Ini karena popularitas dan elektabilitasnya tertinggi, silakan lakukan survei dengan metode yang sama, syukur kalau dengan reponden lebih banyak misalnya di kisaran 1200 responden agari marin error 3%, saya kok menduga hasilnya akan sama, Deru akan tertinggi,” demikian Okta.]

    Dihubungi terpisah, Koordinator Rekawan HD, Syukri Holil menyatakan bersyukur jika Deru diperebutkan. “Senang kami jika Beliau diperebutkan. Memang sudah banyak kontak ke Bang HD ini agar mau berpasangan. Dalam politik ini baik, tetapi soal akan mencalonkan di posisi apa, Bang HD sudah tegas, maju jadi gubernur, bukan wakil gubernur,” demikian ujar Syukri.(relis/Katib)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com