• DPRD Sumsel Bentuk Pansus Bahas 5 Raperda

    0

    dprd-sumsel-_130619120707-676Palembang, Jurnalsumatra.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas 5 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang diajukan Pemprov Sumsel, dalam rapat paripurna DPRD Sumsel dengan agenda tanggapan Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi, Senin (26/9).

    “Dalam rangka meneliti dan membahas lima Raperda ini, maka dibentuk lima Pansus,” kata Wakil Ketua DPRD Sumsel, M. Yansuri saat memimpin rapat paripurna.

    Kelima Raperda yang diteliti, yaitu Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumsel dibahas oleh Pansus I, Raperda tentang Pembentukan PT Sriwijaya Mandiri Sumsel dibahas oleh Pansus II, Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemprov Sumsel pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel dan Bangka Belitung dibahas oleh Pansus III.

    Kemudian, Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dibahas oleh Pansus IV, dan Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Sumsel tahun 2016-2025 dibahas oleh Pansus V. Dalam rapat paripurna tersebut, disepakati Pansus I diketuai oleh Elianudin, Pansus II diketuai Joncik Muhammad, Pansus III diketuai Muhammad F Ridho, Pansus IV diketuai Erpanto dan Pansus V diketuai oleh Fahlevi Maizano.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengatakan Pemprov Sumsel sependapat dengan Fraksi Hanura bahwa otonomi daerah harus diposisikan sebagai instrumen desentralisasi demokratisasi. “Dalam kaitan ini tentu saja otonomi daerah bukanlah merupakan tujuan tetapi sebagai cara untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ungkap Ishak.

    Menanggapi pertanyaan Fraksi Partai Nasdem mengenai kredit macet, dijelaskan bahwa kredit macet yang ada pada PT Bank SumselBabel saat ini mengalami penurunan yang ditunjukkan dari rasio NPL (Non Performing Loan) tahun 2013 sebesar 2,92 persen menjadi 2,01 persen di tahun 2015. “Seiring dengan upaya-upaya penyelesaian kredit yang dilakukan oleh PT Bank SumselBabel diantaranya melalui penagihan dan lelang eksekusi jaminan kredit,” terang Ishak Mekki.

    Ishak menambahkan, pihaknya menyambut baik dukungan Fraksi Gerindra, PAN dan Fraksi Hanura agar perubahan dasar dan modal yang akan disetorkan segera direalisasikan setelah ditetapkannya Perda pembentukan PT Sriwijaya Mandiri Sumsel. “Sehingga, PT Sriwijaya Mandiri Sumsel dapat operasional guna mendukung peningkatan investasi dan pertumbuhan perekonomian daerah,” pungkasnya. (Wira)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com