• Balikpapan Jadi Penyedia Bahan Baku Pupuk Organik

    0

    Balikpapan, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sepakat menjadi penyedia sampah organik sebagai bahan baku pupuk organik yang diolah oleh PT Pupuk Indonesia.

         “Sebab Balikpapan itu potensi sampah organiknya cukup besar, mencapai 63 juta ton per tahun,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat di Balikpapan, Rabu.
    Bersama dengan sampah non organik, sampah yang dihasilkan warga Kota Minyak terhitung hingga 93 juta ton per tahun. Sebagian besarnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, lebih kurang 30 km dari pusat kota.
    “Kami berperan sebagai pemilah sampahnya,” timpal Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Sampah yang sudah dipilah akan menjadi bahan baku pupuk tersebut.
    Pemkot Balikpapan dan PT Pupuk Indonesia menandatangani nota kesepahaman untuk kerjasama tersebut. Kedua belah pihak berharap proyek ini sudah bisa berjalan dalam waktu kurang dari setahun.
    Teknis kerjasama, termasuk bagaimana pemilahan dan pengolahan sampah, hingga kewajiban masing-masing pihak, akan dibicarakan lebih lanjut.
    PT Pupuk Indonesia, melalui sejumlah anak perusahaannya seperti PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Sriwijaya, PT Petrokimia Gresik, memiliki kapasitas pengolahan pupuk organik hingga 2 juta ton per tahun.
    Menurut Aas Asikin Idat, sebanyak 1 juta ton per tahun hasil produksi, atau separonya adalah untuk  memenuhi kewajiban pupuk organik bersubsidi yang digariskan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/2015.
    Kebutuhan pupuk organik Indonesia mencapai 6,9 juta ton per tahun. Jumlah itu didasarkan dari perhitungan jumlah luasan lahan pertanian aktif dan pola pemupukan 5:3:2, atau 500 kg pupuk organik, 300 kg urea, dan 200 kg NPK per hektare lahan.
    Di Balikpapan, selain di buang ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dan akhirnya diangkut ke TPA, sebagian kecil sampah dipilah-pilah oleh bank sampah, dan secara tidak resmi juga oleh pemulung, untuk tujuan sama, yaitu didaur ulang. Bank sampah ada di sejumlah kelurahan di Kota Minyak sebagai lembaga yang mandiri namun mendapat dukungan Pemerintah Kota.
    Sampah yang dipilah oleh bank sampah melalui jalur yang berbeda dengan yang langsung ke TPS. Sebagian sampah-sampah itu diantar sendiri dari rumah tangga, atau ada petugas dari bank sampah yang mengambil ke rumah tangga. Bank sampah terutama menghargai sampah plastik dan kertas atau sampah non organik. Sebagian bank sampah yang punya lahan agak luas juga membuat kompos, pupuk organik.
    “Itu yang kami akan lebih intensifkan lagi,” kata Wali Kota Rizal Effendi.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com