• ASEAN-PBB Perkuat Kerja Sama Tangani Isu Global    

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Perhimpunan Bangsa-bangsa dan ASEAN sepakat penguatan kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani isu-isu global, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima di Jakarta, Sabtu.
    Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara para menteri luar negeri ASEAN dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) ke-71 PBB, Peter Thomson, di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi SMU PBB di New York, Amerika Serikat.
    Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan para menlu ASEAN dengan mitranya, yang diselenggarakan setiap tahun pada saat Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB.
    Dalam pertemuan itu, Menlu RI menyampaikan perlunya penguatan kerja sama antara ASEAN dan PBB di dalam koridor empat area prioritas, yaitu politik-keamanan, ekonomi, sosial-budaya dan kerja sama antar Sekretariat ASEAN dan Sekretariat PBB.
    Menurut Menlu Retno, selama ini implementasi kerja sama tersebut telah dilaksanakan melalui berbagai program dan aktivitas bagi peningkatan kapasitas, antara lain melalui pelatihan bersama, penelitian, serta seminar dan lokakarya.
    “Kerja sama yang erat antara ASEAN dan PBB akan menghilangkan berbagai kesenjangan terkait informasi dan perkembangan di tingkat kawasan dan global,” ujar dia.
    Selain itu, Menlu RI juga menekankan pentingnya keselarasan Visi Masyarakat ASEAN 2025 dan Agenda Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030.
    Pencapaian target ASEAN seperti dalam konteks pengurangan kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan; pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta pembangunan infrastruktur maritim, akan menjadi kontribusi konkret negara-negara ASEAN terhadap Agenda SDGs.
    Untuk itu, kata Menlu Retno, kerja sama yang lebih erat antara badan-badan sektoral ASEAN dan badan PBB serta kerja sama antar-sekretariat kedua organisasi perlu lebih diperkuat.
    “Kolaborasi antarbadan sektoral ASEAN dan badan PBB sangat penting, tidak saja untuk keselarasan Visi Masyarakat ASEAN 2025 dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, namun juga dalam penanganan berbagai tantangan yang dihadapi bersama,” ucap dia.
    Menlu RI juga menyampaikan komitmen Indonesia melalui ASEAN untuk berperan aktif dan berkontribusi dalam menghadapi berbagai isu global, seperti migrasi ireguler dan ancaman terorisme, ekstremisme, dan radikalisme.
    Sehubungan dengan hal itu, Dialog Regional ASEAN-PBB (AURED) ke-3 terkait isu-isu global tersebut, yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 7-9 November 2016, diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk langkah konkret yang dapat dilakukan ASEAN dan PBB ke depan.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com