• iklan 3


  • Pemantapan Tagana Fokus Pada Aspek Pengelolaan Data-Informasi

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Kegiatan pemantapan Taruna Siaga Bencana (Tagana) tingkat madya akan difokuskan pada aspek peningkatan kemampuan pengelolaan data dan informasi.
    “Selama pelatihan, anggota Tagana akan dibekali berbagai pengetahuan manajemen posko sebagai pusat pengelolaan data dan informasi,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Adhy Karyono saat ditemui di Jakarta, Kamis.
    Selain itu, para peserta yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia itu akan mempelajari pusat pengawasan, serta pengendalian dan koordinasi operasi penanggulangan bencana yang terjadi di dalam negeri.
    Dia berharap melalui kegiatan pemantapan tersebut relawan Tagana dapat lebih maksimal dalam mengelola posko sebagai ruang pusat data dan informasi yang berkaitan dengan pelayanan Kementerian Sosial.
    Menurut dia, informasi yang cepat, tepat dan akurat dapat memaksimalkan dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat bencana terjadi.
    “Posko yang berfungsi baik tentu didukung oleh petugas yang memiliki manajemen yang baik juga. Jadi kapan pun bencana terjadi atau jika diperlukan, mereka sudah siap,” pungkasnya.

        Adhy menerangkan dalam pemantapan tersebut akan diberikan materi teoritis seperti manajemen keposkoan, sistem komunikasi penanggulangan bencana, pengenalan meteorologi, klimatologi dan geofisika, teknik-teknik “Rapid assesment”, hingga perlindungan sosial bagi anak dalam situasi darurat.
    Pada kegiatan pemantapan itu, sebanyak 120 personil Tagana tingkat Madya diberikan pelatihan untuk mendapat pembekalan tentang Manajemen Posko Penanggulangan Bencana pada 15-20 Agustus 2016 di Tagana Training Center, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
    Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang turut memberikan pembekalan materi kepada para peserta turut menyampaikan, bahwa perlu adanya peningkatan kemampuan para relawan TAGANA agar mampu bertindak lebih efektif dalam merespon peristiwa bencana di Indonesia.
    Sebagai unsur yang terdekat dengan lokasi bencana, TAGANA diwajibkan untuk siap hadir di lokasi setelah satu jam bencana terjadi dan cepat tanggap dalam melakukan perlindungan sosial terhadap korban bencana, serta memiliki pemahaman tentang penanggulangan bencana agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
    “Kita tidak bisa mengelak lagi, yang harus dilakukan yakni mereduksi kemungkinan risiko bencana dengan membangun antisipasi dini masyarakat di daerah-daerah rawan bencana dan dengan peta yang tersedia,” kata Menteri Khofifah menambahkan.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com