• iklan 3


  • Aksi Damai Wartawan Sumsel Kecam Kekerasan Terhadap Pers

    0

    Aksi Damai Wartama Sumsel Kecam Kekerasan Wartawan (3)Palembang, jurnalsumatra.com – Wartawan Sumsel Kecam tindakan oknum Tentara Nasional (TNI) Angkatan Udara (AU) yang telah semena-mena melakukan penganiayaan terhadap Andri Safrin wartawan I News TV, MNC Grup dan Wartawan Tribun Medan, Array Agus Sumatera Utara dengan menggelar aksi solidaritas di Bundaran Air Mancur depan Masjid Agung Palembang, (Sumatera Selatan), Selasa siang  (16/08).

    Sebagai bentuk protes dan arogansi oknum TNI AU yang telah memukuli kedua wartawan Medan ini, puluhan wartawan melakukan orasi dan berjalan dengan membawa sejumlah pamplet berisi penolakan kekerasan terhadap wartawan.

    Keduanya diduga mengalami kekerasan dan penganiayaan oknum TNI AU dari kesatuan Paskhas Lanud Suwondo, saat melakukan peliputan aksi warga dari Sari Rejo yang bersengketa lahan.

    Dalam aksi yang di koordinir Anca, puluhan wartawan meminta  Markas besar (Mabes) TNI agar menindak tegas oknum yang telah melakukan tindakan tidak terpuji tersebut terhadap kedua watawan dan diberi sangsi tegas untuk diberhentikan kerena telah mencoreng institusi TNI,  serta meminta Dewan Pers dan Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas Ham) untuk mengawal terus kasus  ini.

    “Walaupun Negara kita telah memperoleh kemerdekaan,  setidaknya hingga saat ini kekerasan terhadap wartawan yang berujung penganiayaan hingga saat ini masih kerap terjadi untuk kesekian kalinya. Hal ini harus segera dihentikan, karena wartawan bekerja dilindungi undang undang bukan kriminal,” jelas Anca.

    Gelaran orasi solidaritas ini diikuti dari puluhan jurnalsis yang tergabung dalam IJTI Sumsel, PWI Sumsel, AJI Palembang yang berorasi di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, baik dari media cetak, televisi,online dan radio pun melalukan aksi sebagai bentuk solidaritas atas kekerasan yang dilakukan oknum anggota TNI- AU.

    Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, Adriyansyah Nugraha menyatakan aksi penolakan kekerasan terhadap jurnalis. Dan tak hanya itu, para jurnalis pun menuntut agar pelaku tindakan kekerasan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya tersebut dalam peristiwa yang terjadi terhadap wartawan yang diinjak dan dirampas peralatannya oleh oknum anggota tni angkatan udara di Medan,Sumatra Utara, (15/7).

    Peristiwa tersebut menunjukan bahwa profesionalitas jurnalis yang bekerja dengan kode etik jurnalistik selalu berhadapan dengan arogansi dan ketidakprofesionalan aparat. Kemerdekaan yang di perjuangkan dan diwujudkan oleh para pejuang dinodai oleh tingkah laku tak terpuji para pembela negara. (edchan)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com