• Pemkab Pasuruan Bangun Kolam Retensi Atasi Banjir

    0

         Surabaya, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur, berencana membangun kolam retensi (bendungan) dan embung untuk mengatasi banjir yang sering menyebabkan kemacetan di jalur pantura Pasuruan menuju Situbondo dan Jember atau sebaliknya.
    “Kami akan membangun kolam retensi (bendungan) dan embung untuk mengatasi banjir yang terus melanda di wilayah Pasuruan setiap musim hujan,” kata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, ketika dikonfirmasi Antara dari Surabaya, Senin.
    Ia mengatakan kolam retensi atau bendungan seluas 20 hektare dan embung itu dibangun untuk mencegah bertemunya air laut yang pasang dengan sungai di wilayah Pasuruan.
    “Dibangunnya kolam retensi nanti untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi. Kolam tersebut nantinya akan berfungsi sebagai kolam penampungan sementara, sehingga saat datang musim hujan datang, air hujannya itu ditampung di kolam retensi,” katanya.
    Menurut dia, rencana pembangunan kolam retensi akan dibangun di beberapa tempat yang dianggap mampu meminimalkan debit air saat hujan. Kolam retensi akan dibangun di Pandaan dan Bangil.
    Selain akan membangun kolam retensi, pemerintah juga akan mengusulkan penambahan pembangunan embung.

         Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, ada 44 desa di 8 kecamatan yang terendam banjir, yaitu Kecamatan Rejoso, Kraton, Pohjentrek, Bangil, Beji, Gempol, Grati dan Winongan.
    Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan dan Pertambangan Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya, mengungkapkan pembangunan dua embung ini akan menambah jumlah embung yang telah dibangun di Kabupaten Pasuruan.
    “Saat ini sebanyak empat embung telah berfungsi sebagai tandon penyimpanan air dan satu embung Sanganom di Kecamatan Nguling sudah memasuki tahap dua yakni peninggian tanggul,” paparnya.
    Ia mengungkapkan embung ini baru dirasakan manfaatnya sebagai tandon penyimpanan air setelah beberapa tahun berjalan. Selain sebagai pengisi air permukaan untuk kebutuhan masyarakat, embung juga sebagai antisipasi bencana banjir.
    Menurut Hanung, empat embung yang hingga saat ini telah berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan air masyarakat yakni Embung Biting di Desa Sukoreno, Sukorejo.
    Selain itu, Embung Kertosari, Kecamatan Purwosari, Embung Kedungbanteng Rembang, Embung Krikilan, Kejayan. Sementara Embung Sanganom Nguling pada akhir tahun ini diperkirakan telah selesai pengerjaan fisiknya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com