• iklan 3


  • Kurang Sosialisasi TPU Gandus dan SakoTidak Diminati

    0
    DPJPP Berharap Dijalur LRT Dibuat Taman dan Lampu

    Kurang Sosialisasi TPU Gandus dan SakoTidak Diminati

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang baru diresmikandua tahun lalu masih kurang diminati lantaran lokasinya jauh dari jangkauan masyarakat. Hingga saat ini TPU yang berlokasi di Gandus dan Sako tersebut masih banyak kosong.

    Kondisi ini bertolak belakang dengan TPU lainnya yang sama-sama dikelola Pemkot Palembang, seperti Puncak Sekuning, Kamboja, Kebun Bunga dan Kandang Kawat. Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan, dan Pemakaman (DPJPP) Kota Palembang mencatat, 13 TPU ‘plat merah’ sudah penuh 99%. Sementara 10 TPU yang dikelola swasta kebanyakan diperuntukkan untuk keluarga pengelola, dengan tetap menjadi pengawasan DPJPP.

    “TPU baru di Gandus seluas 10 hektar baru terisi tiga blok dari 10 blok yang disediakan. Sementara di TPU Sako seluas 7,6 hektar kurang dari 20 persen baru terpakai. Masyarakat kita tidak mau ke sana karena lokasinya jauh,”kata Kepala DPJPP Palembang, Alex Ferdinandus, Minggu  (23/7).

    Untuk mengatasi jauhnya lokasi TPU baru, pihaknya sudah menyediakan mobil jenazah dan sopir yang standby di 16 kecamatan. Ditegaskannya, pihak Kecamatan harus bisa melayani masyarakat yang membutuhkan kendaraan tersebut.

    “Idealnya memang tempat pemakaman berada di lokasi strategi seperti di tepi jalan, tapi mencari lahan luas sekarang kan sulit. Tapi dua lahan TPU baru itu kita pastikan sudah milik Pemkot,”jelas dia.

    Sekretaris DPJPP Palembang, Noprian Fadillah menambahkan, TPU di Palembang semakin sempit karena masih banyaknya ukuran makam yang berbeda-beda. Apalagi masih adanya anggapan di masyarakat prestise keluarga tergantung dari ukurannya. Selain sudah menyediakan TPU baru, pihaknya juga berupaya melakukan penertiban terhadap ukuran makam bagi semua kalangan. “Nanti semua ukuran makam akan sama, tidak ada yang sangat luas atau bahkan sempit sekali,”ujarnya.

    Aturan terhadap ukuran makam ini, lanjut dia, akan berlaku dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2015 tentang pemakaman dan krematorium. Hal ini menurutnya bukan untuk menyalahi budaya adat, tapi untuk ketertiban dan peruntukkan tepat lahan TPU.

    “Dalam Perda baru juga akan disinggung tentang retribusi blok makam. Jika selama ini retribusi izin pemakaian tanah makam sebesar Rp50.000 perbulan, nanti akan ditentukan nilai barunya sekitar Rp100.000 – Rp500.000 perbulan,”tukasnya. (eka)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com