• iklan 3


  • Gubernur NTT: Jangan Segan Deteksi Kandungan

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengimbau kaum wanita untuk tidak segan-segan melakukan deteksi dini terhadap kandungannya, karena potensi kanker rahim (servix) masih cukup tinggi menyerang ibu-ibu di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.
    “Saya berharap para bupati dan wali kota di daerah ini perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk membantu dan mendorong kaum wanita di wilayah kerjanya masing-masing untuk melakukan deteksi dini terhadap kandungannya,” katanya dalam acara Gerakan Promotif Prefentif Pemeriksaan IVA/Papsmear memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kupang, Jumat.
    Gubernur Lebu Raya menyadari bahwa keengganan kaum wanita untuk memeriksa kondisi rahimnya secara dini, mungkin karena faktor biaya, sehingga lebih memilih diam dan menjalani kehidupan apa adanya.
    Oleh karena itu, tambahnya, para bupati dan wali kota bagaimana menyiasati masalah ini agar bisa membantu kaum wanita NTT dapat memeriksa kandungannya secara dini dan simultan untuk mencegah terjadinya kanker rahim yang tergolong masih tinggi di NTT.
    Gubernur Lebu Raya mengatakan catatan dari Dinas Kesehatan NTT hingga kini menunjukkan bahwa angka kematian ibu dan anak akibat kanker rahim masih tinggi dan salah satu penyebabnya yaitu lambannya upaya pencegahan.
    Secara nasional, jumlah kasus kanker rahim sejak Januari-Juni 2016 di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan sudah mencapai 45.006 kasus, sedang kanker servix baru terdeteksi ketika sudah berada pada stadium lanjut.
    “Kalau sudah pada stadium ini, proses pengobatan yang harus dilakukan akan menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya,” ujarnya.
    Sehingga, lanjut dia, perlu adanya pencegahan dini dengan melakukan pemeriksaan menggunakan metode IVA karena biayanya lebih murah dengan fasilitas yang terjangkau
    “Oleh karena itu semua bupati dan wali kota serta jajaran terkaitnya tidak boleh diam menyikapi masalah ini dan harus menciptakan terobosan-terobosan untuk menyelamatkan kaum wanita dari bahaya kanker rahim,” katanya.
    Gubernur NTT juga mengimbau para dokter dan para medis agar bekerja lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien kanker rahim serta memberikan pencerahan kepada kaum wanita tentang bagaimana mencegah penyakit tersebut guna mengurangi risiko kematian.
    Pemerintah NTT, kata dia, sudah membuat kebijakan melalui program revolusi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sejak tahun 2009 yang bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan anak akibat resiko penyakit kandungan.
    “Revolusi KIA akan bisa berhasil sesuai dengan tujuan jika semua elemen pemerintahan dan masyarakat bisa bekerja sama dengan baik,” katanya.
    Gubernur Frans Lebu Raya menambahkan secara nasional, jumlah angka kematian ibu dan anak akiban penyakit kanker rahim di NTT menempati urutan kedua sehingga menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk bekerja keras melakukan langkah-langkah penanganan.
    Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengungkapkan jumlah kasus kanker servix secara nasioanal semakin meningkat dan berimbas pada kematian ibu dan anak di Indonesia.
    Sehingga, lanjut dia, perlu adanya pencegahan dini dengan melakukan pemeriksaan menggunakan metode IVA karena biayanya lebih murah dengan fasilitas yang terjangkau.
    “Untuk mengantisipasi munculnya kanker maka ibu-ibu harusnya melakukan pemeriksaan awal untuk tindakan pencegahan, tidak boleh merasa enggan atau malu karena ini untuk kesehatan dan kesejahteraan bersama dalam keluarga,” demikian Fachmi Idris.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com