• iklan 3


  • Tiga Sikap Paradok Umat Islam Bulan Ramadhan

    0

        Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Seorang ustadz di Banjarmasin menyebutkan ada tiga sikap Umat Islam yang paradok dengan tujuan puasa di bulan Ramadhan.
    Paradok pertama menghadapinya dengan penuh kepanikan dengan menumpuk bahan makanan, kata ustadz Abdul Munir kala khotbah jum’at di masjid Nurul Islah Komplek Mandiri Lestari Banjarmasin, Jumat.
    Amal ibadah hanya ramai di depan, menjelang akhir Ramadhan makin sedikit, padahal di akhir bulan terdapat satu malam bernilai lebih mulia dari 1000 bulan.
    Lalu, kata ustadz ini, kepergian Ramadhan disambut gembira karena lebaran, padahal ulama salafus shalihin dulu sangat berduka.
    Paradok kedua diperintahkan menahan lapar atau hidup sederhana, banyak membantu kaum lemah, kenyataan lebih konsumtif, banyak belanja karena takut lapar, boros dan mubajir.
    “Data Bulog, Kementerian Perdagangan, konsumsi umat Islam selama Ramadhan meningkat tajam, “katanya.

         Sebab, katanya, sebagian Umat Islam ingin menampakkan kekayaan di kampung halaman, dengan pulang bersama mobil bagus, pakaian mahal, perhiasan dan lainnya, dengan alasan atau modus silaturahmi.
    Paradok ketiga, tingkat produktivitas umat Islam selama Ramadhan menurun, tidur siangnya lebih meningkat, gara-gara makannya hanya pindah waktu, bahkan jumlahnya lebih banyak.
    Padahal Rasulullah mencontohkan, puasa Ramadhan yang paling mulia pada perang Badar yang memerlukan tenaga dan kekuatan fisik, kesabaran jiwa dan totalitas iman, itulah taqwa yang sesungguhnya.
    Tapi sebaliknya karena sering disampaikan bahwa tidur orang puasa itu ibadah, maka tidur itulah yang menjadi pilihan, mestinya harus berfikir bahwa tidurnya saja ibadah, apalagi jika aktifitasnya.
    Hal ini sesuai dengan tujuan puasa, yaitu menjadi muttaqin atau tidak malas melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, artinya banyak beribadah, termasuk ibadah sosial, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya.
    “Tiga sikap umat Islam yang paradoks dengan tujuan puasa Ramadhan itulah yang menurut kita harus banyak-banyak istighfar” demikian  Abdul Munir.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com