• BPBD JATIM Siapkan Antisipasi Jelang Kemarau

    0

    Surabaya, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah sebagai antisipasi menjelang musim kemarau yang diperkirakan mulai Juli 2016 agar tak sampai terjadi kekeringan di sejumlah daerah.
    “Kami sedang menyusun rencana menghadapi musim kering sehingga tidak sampai terjadi bencana parah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu.
    Menurut dia, rencana aksi dilakukan agar lebih terukur dalam mengantisipasinya, antara lain mempersiapkan sarana prasaran dengan membuat embung geomembran, sumur bor, dan lainnya.
    “Kami akan susun bersama BPBD kabupaten/kota dan SKPD teknis atau yang terkait di lingkungan Pemprov Jatim,” ucap mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan tersebut.
    Terkait kebutuhan sarana prasarana, BPBD mencatat belum final karena saat ini terdapat 300 desa di 22 kabupaten yang rawan kekeringan.
    “Kalau dibandingkan tahun lalu, total sebanyak 541 desa mengalami kekeringan. Syukurlah dengan sejumlah langkah antisipasi, kekeringan bisa berkurang dan semoga semakin menurun,” katanya.
    Sementara berdasarkan data yang dimilikinya, pada tahun ini musim kemarau akan berlangsung normal mulai Juli mendatang, sedangkan pada Juni merupakan masa transisi dari hujan ke kemarau.
    “Kalau saya meminjam istilah BMKG, Juni merupakan musim kemarau basah karena meski musim kemarau, tapi ada beberapa daerah yang masih mengalami curah hujan dengan intensitas ringan sampai sedang,” katanya.
    Kendati demikian, lanjut dia, di Jatim pada Juni mendatang masih terdapat daerah yang curah hujannya tinggi, seperti Lumajang dan Banyuwangi.
    Di sisi lain, BPBD Jatim berharap tiga daerah yang belum membentuk BPBD, yaitu Kota Surabaya, Kota Blitar dan Kota Mojokerto segera membahasnya agar koordinasi jika terjadi bencana bisa diselesaikan.
    “Kami tak akan pernah bosan mengingatkan ketiganya untuk membentuk BPBD. Sebab jika dibiarkan maka antara provinsi dan daerah kesulitan berkoordinasi saat terjadi bencana,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com