• Pemprov NTT Perketat Penyaluran Dana PKH

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperketat sistem penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PHK) tahun 2016, sehingga penyalurannya tepat sasaran.
    Kepala Dinas Sosial NTT Welem Foni ketika ditemui Antara di Kupang, Senin, menjelaskan dalam pengelolaan dana PKH tahun 2015 memang masih ditemukan beberapa masalah seperti perbedaan nama dan status penerima.
    Pada tahun 2015, Provinsi NTT mendapat alokasi dana program PKH sebesar Rp456 miliar bagi 289.000 kepala keluarga (KK) yang masuk kategori rumah tangga sangat miskin (RTSM).
    Menurut dia, proses penyaluran dana PKH tahun 2015 langsung didistribusikan pemerintah kabupaten/kota kepada penerima manfaat, sedang pemerintah provinsi hanya sebatas memonitor pelaksanaan program dimaksud.

        “Pemerintah provinsi hanya menerima laporan realisasi pendistribusian dana, sedangkan menyangkut siapa penerima dan bagaimana penyaluran dana di lapangan menjadi tangungjawab pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.
    Ia menambahkan apabila ada persoalan teknis penyaluran ditangani langsung pemerintah kabupaten/kota, bahkan dana yang ditransfer juga tidak melalui pemerintah NTT, semuanya langsung ke kabupaten/kota.
    Mantan penjabat Bupati Belu itu mengatakan Pemerintah Provinsi NTT telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar proses penyaluran dananya bisa melalui pemerintah provinsi.
    “Hal ini semata-mata untuk lebih mudah dalam melakukan pemenatauan dan koordinasi jika ditemukan kendala di lapangan,” ujarnya.

        Selama ini dananya langsung ditransfer ke kabupaten/kota, sehingga pemprov tidak tahu kapan ditransfer dan kapan disalurkan ke penerima manfaat.
    Guna menghindari terjadinya persoalan dalam proses pendistribusian dana bantuan PKH tahun 2016 maka Pemprov NTT mulai  memperketat mekanisme proses penyaluran dana PKH.
    “Jadi penerima manfaat harus jelas nama, alamat dan foto penerima manfaat. Jika alamat tidak jelas maka harus digugurkan sebagai penerima bantuan,” ujarnya.
    Alokasi dana dalam program keluarga harapan tahun 2016 pasti mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebesar Rp456 miliar, karena komponen penyandang disabilitas dan kelompok lansia (lanjut usia)  serta penderita ODH/HIV-AIDS dimasukkan sebagai penerima bantuan PKH.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com