• Bakamla Rutin Kerja Sama Operasi Dengan Australia

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI rutin melakukan kerja sama operasi maritim dengan pasukan perbatasan Australia (Australian Border Force/ABF) untuk mencegah pelanggaran hukum di laut yang berbatasan dengan kedua negara.
    “Bakamla secara rutin dan insidensial menyelenggarakan operasi maritim dengan ABF. Operasi maritim yang dilakukan di perbatasan kedua negara, yaitu di laut Timor,” kata Deputi Operasi dan Latihan Bakamla, Laksamana Pertama Maritim Andi Achdar, di Jakarta, Senin.
    Patroli maritim yang digelar Bakamla dan ABF, lanjut dia, dilakukan untuk memerangi ancaman keamanan melalui laut berupa pencurian ikan (illegal fishing), illegal trafficking (illegal migrant), penyelundupan barang, dan dalam rangka memperkuat kerja sama maritim antar kedua negara.
    Andi Achdar yang baru dilantik menjadi Deputi Operasi dan Latihan Bakamla oleh Kepala Badan Keamanan Laut Laksdya Maritim Ari Soedewo itu mengatakan, operasi antara Bakamla-ABF melibatkan unsur Kamla Zona Maritim Timur Bakamla di Ambon yaitu KN Ular Laut 4805 yang tugasnya menjaga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 3 dan unsur laut ABF Cape Wessel dan unsur udara ABF, yaitu Dash 8 Air Craft.
    Patroli antara kedua negara di daerah perbatasan kedua negara, tambah dia, adalah paling tidak mengurangi niat pelaku tindak ilegal di laut di wilayah perbatasan tersebut, ini dimaksudkan kehadiran aparatur di wilayah perbatasan harus selalu hadir.
    Kantor Pengelolaan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) yang disinergikan dengan 14 Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) dan dua Stasiun Bumi Bakamla yang berdiri di tiga wilayah Zona Maritim (Barat, Tengah, dan Timur) bertugas untuk memantau pergerakan setiap kapal yang berada ataupun yang melewati perairan Indonesia.
    “Hal ini tentunya untuk mengawasi apabila terdapat kapal yang mencurigakan yang terindikasi akan melakukan pelanggaran di laut,” ucap Andi.
    Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, yang operasionalnya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut.
    Bakamla bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia; mempunyai fungsi menyusun kebijakan nasional di bidang keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia; menyelenggarakan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan; melaksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran.
    Selain itu, menyinergikan dan memonitor pelaksanaaan patroli perairan oleh instansi terkait; memberikan dukungan teknis dan operasional kepada instansi terkait; memberikan bantuan pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia; dan melaksanakan tugas lain dalam sistem pertahanan negara.
    Bakamla memiliki kewenangan untuk melakukan pengejaran seketika (hot pursuit); memberhentikan, memeriksa, menangkap, membawa, dan menyerahkan kapal ke instansi terkait yang berwenang untuk pelaksanaan proses hukum lebih lanjut; dan mengintegrasikan sistem informasi keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com