• Angkutan PON XIX/2016 Maksimal Keluaran 2011

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com – Panitia Besar PON XIX/2016 dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 Jawa Barat menyiapkan ratusan kendaraan atau angkutan bagi kontingen dengan kondisi masih prima maksimal rakitan atau keluaran tahun 2011.
    “Seluruh kendaraan yang disiapkan PB PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 semuanya masih gres, paling tua tahun produksi 2011. Semuanya dipastikan kendaraan prima,” kata Koordinator Bidang Transportasi PB PON XIX/2016 Jabar Deddy Taufik di Bandung, Jumat.
    Ia menyebutkan, penyediaan angkutan itu dilakukan dengan melakukan seleksi kendaraan yang akan digunakan antara lain untuk jenis minibus, mikrobus dan bus besar.
    Deddy yang juga Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat itu menyebutkan, bus-bus itu spesifikasinya telah disiapkan. Antara lain memiliki alat pendingin serta dioperasikan oleh pengemudi yang berpenhalaman dan memiliki jam terbang dengan pengetahuan jalur di Jawa Barat.
    PB PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 Jabar menyiapkan sebanyak 132 bus besar, 574 bus sedang serta sejumlah kendaraan jenis minibus.
    Selain itu juga PB PON akan menyiapkan satu unit kendaraan untuk VVIP setiap kontingen dengan kendaraan 2.400cc serta kendaraan VIP 2.000 cc bagi setiap kontingen.
    “Kami masih melakukan inventarisasi dan kebutuhan lainnya, yang jelas untuk angkutan bus hingga kendaraan untuk VVIP dan VIP sudah kita persiapkan,” katanya.
    Lebih lanjut ia menyebutkan, operasional layanan angkutan PON dan Peparnas 2016 akan dilakukan mulai H-3 hingga H+2 pelaksanaan PON itu.
    Artinya pelayanan transportasi itu akan berlangsung mulai 14 September hingga 31 September 2016 untuk pelaksanaan PON sedangkan untuk Peparnas 12 Oktober hingga 26 Oktober 2016.
    Ia menyebutkan, jumlah atlet,  pelatih, official dan anggota kontingen yang akan dilayani diperkirakan mencapai 15.815 orang dari 34 provinsi di Indonesia. Jumlah itu belum termasuk dengan jumlah wasit, juri yang juga akan difasilitasi dengan kendaraan dari panitia.
    Meski demikian, Bidang Transportasi PB PON masih melakukan validasi jadwal dan lokasi pertandingan, menyusul adanya sejumlah cabang olahraga yang mengalami pemindahan tempat pertandingan, sehingga dipastikan berpengaruh terhadap akomodasi dan transportasi di lapangan.
    “Ada beberapa cabang olahraga yang mengalami pemindahan tempat pertandingan ke kota lain, kita masih lakukan penghitungan kuotanya bagaimana dan kebutuhan kendaraanya gimana. Setelah pasti, maka kita akan segera lakukan lelang pengadaan,” katanya.
    Cabang olahraga yang mengalami pemindahan lokasi pertandingan itu adalah tarung derajat dari GOR Bandung ke GOR Pajajaran Bandung, Bulutangkis dari GOR Bandung ke GOR Bima di Kota Cirebon, kemudian balap motor dari Subang ke Kota Tasikmalaya serta menembak cabang berburu dari Gunung Bohong Kabupaten Bandung Barat ke Lanud Sulaiman Margahayu Kabupaten Bandung.
    “Itu jelas sangat berpengaruh untuk pengaturan, kondisi itu tidak hanya bagi transportasi tapi bagi bidang lainnya,” kata Deddy.
    Sementara itu teknis pelayanan transportasi, kata dia akan dilakukan dalam penyambutan kontingen. Bagi Kontingen yang mendarat di Bandara Husein Soekarno Hatta Tangerang, penyambutan akan dilakukan di kawasan Balepare Kota Baru Parahyangan.
    Sedangkan dua pintu gerbang masuk Bandung lainnya untuk PON XIX/2016 dan Peparnas 2016 yakni dilakukan penyambutan di Bandara Husein Sastranegara Bandung serta di Stasion Bandung.
    “Bagi penerbangan langsung ke Bandung mungkin Kontingen akan datang melalui Bandara Husein Sastranegara. Namun kami akan melakukan konfirmasi dengan kontingen, di mana mereka akan mendarat,” katanya.
    Sedangkan bagi Stasion Bandung, kemungkinan digunakan beberapa daerah yang ada di Pulau Jawa.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com