• WWF Inisiasi Investasi Alam Ekonomi Hijau Kalimantan

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com- Lembaga pecinta lingkungan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menginisiasi gerakan investasi alam untuk ekonomi hijau di Kalimantan melalui program “Ekonomi Hijau di Jantung Kalimantan”.
    “Program ini akan difokuskan di wilayah selatan Kapuas Hulu, diintegrasikan dengan pengembangan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Agropolitan,” kata Kalimantan Regional Leader WWF-Indonesia M Hermayani Putera dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
    Hal tersebut, menurut dia, sebagaimana tertuang dalam visi 20 tahun Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Kapuas Hulu 2014-2034.
    WWF, lanjutnya, akan memberikan bantuan teknis bagi Tim Teknis dalam menyusun dokumen pendukung dalam membangun KSK Agropolitan Kapuas Hulu.
    Pada pelaksanaannya program ini akan mendokumentasikan semua pembelajaran yang bisa diambil selama implementasi agar dapat menjadi prinsip dan panduan dalam perencanaan penggunaan lahan secara berkelanjutan pada lansekap yang jauh lebih luas antara pemerintah Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
    Pertemuan sehari sebagai tanda dimulainya Program “Ekonomi Hijau di Jantung Kalimantan” dihelat oleh inisiatif Heart of Borneo (HoB) bersama WWF-Indonesia dengan didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, di Putussibau (19/4).
    Pertemuan itu menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah mulai dari level nasional, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan, swasta, LSM, serta akademisi.
    Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah negara bagian Sarawak, Malaysia dan pemerintah Jerman, serta WWF Network (WWF Jerman, WWF Malaysia, WWF Jepang).
    Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyambut baik program yang merupakan kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat serta masyarakat sipil sebagai implementasi dari ekonomi hijau dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
    “Bagi Kapuas Hulu, program ini juga sangat strategis karena mendukung implementasi komitmen kami sebagai Kabupaten Konservasi yang dicanangkan sejak Oktober 2003, agar kawasan dan sumber daya alam di Kapuas Hulu tetap mampu menyediakan fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial secara berimbang,” ujar Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir.
    Sementara itu, Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Raldi Hendro Koestoer mengatakan, hal tersebut selaras dengan rencana strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
    “Sesuai dengan kerangka rencana strategis nasional Kementerian LHK, dalam kaitan ini WWF yang memayungi hubungan antara pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan Negara Bagian Sarawak, berupaya mensinergikan program-program kelestarian lingkungan,” kata Raldi.
    Untuk itu, ujar dia, pihaknya mendorong pemerintah daerah dapat menjalankan aspek-aspek yang lebih operasional.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com