• iklan 3


  • Riau Tingkatkan Kualitas BIMTEK SesuaI ISO 2001-2008

    0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Kantor Unit Pelaksana Tekhnis (UPT)  Pelatihan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Riau, makin meningkatkan kualitas bimbingan dan tekhnik pelatihan sejak diterimanya ISO 2001-2008, sebuah penghargaan sistem manejemen mutu.
    “Keberadaan ISO 2001-2008, menuntut UPT bekerja sesuai prosedur dan menjadi kewajiban moral dalam memberikan pelayanan, pelatihan, prosedur, standar operasional, yang standarnya dengan angka yang sama,” kata  Wakil Manajemen Mutu UPT, Pelatihan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Riau, Nazaruddin Margolang, S. IP, MSi dalam keterangannya di Pekanbaru, Kamis.
    Ia mengatakan itu terkait UPT Pelatihan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Riau, menerima
    sertifikasi ISO 2001-2008 dari UKAS melalui VICC (yakni organisasi yang bertangungjawab pada UKAS) pada 23 Febuari 2016 yang sudah dinyatakan lulus pada September 2015.
    Menurut dia, didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai maka UPT siap menerapkan ISO mulai dari SDM, pola kerja hingga seluruh kegiatan Bimtek di UPT harus sesuai prosedur manajemen mutu.
    “Kita optimistis menggelar berbagai Bimtek Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan apalgi kini kantor UPT berada pada lahan seluas 10 Hektare dengan luas bangunan 2.766,45 meter persegi, dan sarana umum seluas 1,73 Ha, serta lahan praktek 6 Ha, itu” katanya.
    Prasarana pendukung lainnya adalah perkantoran 2 unit dilengkapi 7 ruangan  serta satu aula dengan kapasitas tampung 200 peserta, dilengkapi telp, faxcimile, komputer, laptop dll.
    Sarana pendukung lainnya adalah AC, sound system, double proyektor + layar slide, free wife. Tersedia 4 ruang belajar kapasitas 30 orang per kelas, dilengkapi AC, kipas angin, whileboard, free wifi, 1 ruang rapat serta
    asrama kapasitas 125 orang, ber AC dan kipas angin.
    UPT juga memiliki perpustakaan, rumah ibadah, sarana olah raga, sarana praktek, rumah kaca, lahan praktek pangan, palawija dan sayuran- sayuran, lahan praktek tanaman karet, laboratorium teknologi pengolahan hasil, 3 unit kendaraan roda empat.
    UPT Pelatihan Pelatihan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Riau, menargetkan pelatihan bagi 660 peserta dari aparatur sipil negara sepanjang tahun 2016 dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.
    “Anggaran kegiatan sebesar Rp3 miliar lebih itu bersumber dari APBN sebesar Rp1,9 miliar lebih untuk membiayai 450 peserta dan Rp1,1 miliar lebih dari APBD Povinsi Riau untuk 210 peserta,” katanya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com