• PEMKAB Jember Siapkan Tempat Relokasi PKL

    0

    Jember, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Jember, masih menyiapkan tempat relokasi untuk para pedagang sebelum menertibkan pedagang kaki lima di kawasan Kampus Universitas Jember,  Jawa Timur.
    “Kami tidak akan melakukan penertiban PKL di kawasan kampus terutama di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan sebelum kami mendapatkan tempat relokasi yang tepat,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jember, M. Suryadi di Jember, Sabtu.
    Menurutnya, Satpol PP sebenarnya sudah menyiapkan tempat relokasi untuk para pedagang di Pasar Tegalgede, namun Universitas Jember juga sudah menyiapkan tiga lokasi untuk para PKL tersebut.
    “Ibu Bupati Jember sudah berkomunikasi dengan Universitas Jember terkait dengan tempat relokasi PKL di kampus, namun sejauh ini kami belum mengetahui tempat mana saja yang akan digunakan untuk relokasi itu,” tuturnya.
    Suryadi mengatakan pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada PKL di kawasan kampus agar tidak berjualan di trotoar yang seharusnya digunakan sebagai jalan untuk para pejalan kaki di kawasan kampus.
    “Petugas melakukan pendekatan secara humanis dan mencoba menyadarkan PKL bahwa tempat yang digunakan untuk berjualan melanggar aturan peraturan daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2008 tentang PKL,” ujarnya.
    Satpol PP Jember, lanjut dia, akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Universitas Jember karena mayoritas konsumen PKL di kawasan kampus adalah mahasiswa yang kuliah di kampus setempat.
    PKL di kawasan kampus, lanjut dia, diduga menjadi penyebab kemacetan dan banjir yang menggenangi Jalan Jawa karena banyak sampah di dalam saluran irigasi air jalan setempat, sehingga setiap kali hujan deras, maka kawasan Jalan Jawa selalu banjir.
    “Kami harapkan penertiban PKL baik di kawasan kampus maupun di kawasan kota bisa tuntas tahun ini, sehingga tidak ada lagi trotoar yang digunakan sebagai tempat berjualan PKL,” katanya menambahkan.
    Sementara Humas Universitas Jember, Agung Purwanto mengaku belum ada surat resmi dari Bupati Jember Faida atau Satpol PP untuk berkomunikasi dengan pihak Rektorat Unej terkait PKL, namun pada saat kepemimpinan Bupati MZA Djalal pernah sekali berkoordinasi untuk tempat relokasi di kawasan kampus.
    “Kami sulit untuk memenuhi hal itu karena pemanfaatan lahan negara di kampus hanya boleh digunakan untuk tujuan pendidikan, sedangkan di luar itu seperti relokasi PKL tidak diperbolehkan,” tuturnya.
    Ketua Komisi A DPRD Jember, Mashuri meminta Satpol PP untuk menyiapkan tempat relokasi yang strategis untuk para PKL dan masih di sekitar kampus, agar mereka tetap mendapatkan pelanggan di kalangan mahasiswa.
    “Kami minta pedagang jangan ditertibkan dulu, sebelum ada tempat relokasi untuk para PKL karena mereka juga menjadi salah satu pendongkrak perekonomian di Jember dan bagaimana nasib keluarga mereka kalau ditertibkan dan tidak bisa berjualan,” ucap politisi PKS Jember itu.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com