• Bupati Badung Tanda Tangani Lima PERDA

    0

    Mangupura, jurnalsumatra.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata menandatangani nota kesepakatan lima peraturan daerah (perda) yang sudah dibahas sebelumnya.
    “Kami memberikan penghargaan dan terima kasih yang mendalam kepada DPRD Badung, karena telah melakukan serangkaian proses pembahasan dan rampung tepat pada waktunya,” kata Giri Prasta yang didampingi pula Wakil Bupati Ketut Suiasa dan dua Wakil Ketua DPRD yakni I Nyoman Karyana dan Made Sunarta saat sidang paripurna di Gedung DPRD Badung, Bali, Jumat.
    Kelima perda yang disahkan itu yakni, Perda tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan Perda tentang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudiyaan Ikan Kecil.
    Kemudian, Perda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Perda tentang Pencabutan Perda Nomor 13 Tahun 2010 tentang Retribusi Pergantian Biaya Cetak KTP dan Akta Catatan Sipil.
    Terakhir, Perda tentang Perubahan atas Perda Nomor 20 Tahun 2013 tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.
    “Saya menilai dalam pembahasan ranperda menjadi perda ini memang memerlukan kajian-kajian yang komprehensif dan mendalam dari berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.
    Kajian tersebut tidak hanya mencakup aspek legal formal melainkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan berbagai aspek lainnya yang terkait dengan kehidupan masyarakat Kabupaten Badung secara menyeluruh.
    “Ini bukanlah  pekerjaan yang sederhana dan formalitas semata, melainkan di dalamnya melekat suatu amanat yang harus dapat kita pertanggungjawabkan bersama kepada masyarakat,” katanuya.
    Dalam kehidupan masyarakat Badung yang dinamis dan kompleks, perlu adanya panduan dan tuntunan yang memiliki kekuatan mengikat dan menjamin adanya kepastian hukum, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan secara aman dan tertib.
    “Penetapan kelima ranperda menjadi perda ini untuk memenuhi tuntutan dinamika masyarakat tersebut serta peraturan-peraturan yang lebih tinggi,” ujarnya.
    Sementara Ketua DPRD Badung Putu Parwata selaku pimpinan sidang menegaskan bahwa penetapan lima ranperda menjadi perda ini sudah melalui rangkaian proses, yakni rapat pansus, rapat paripurna maupun pemandangan umum dewan.
    “Empat ranperda sudah langsung dapat ditetapkan dan disahkan jadi perda, sedangkan Ranperda tentang Retribusi Perpanjangan IMTA kita sepakati dan disahkan menjadi Perda setelah dievaluasi gubernur,” ujar Parwata. RATUSAN SISWA TULUNGAGUNG DOA BERSAMA JELANG UN
    Oleh Destyan Handri Sujarwoko

    Tulungagung, 1/4 (Antara) – Ratusan siswa kelas XII Madratsah Aliyah Negeri 1 Tulungagung, Jawa Timur menggelar istighatsah atau doa bersama menjelang pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA sederajat pada 4-6 April 2016.
    Ritual digelar di kompleks masjid sekolah dan dipimpin oleh koordinator guru pembina agama setempat, Nanang Ashari sejak jam pelajaran pertama dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.
    “Kegiatan ini (istighatsah) sudah kami lakukan sejak kemarin dan digelar selama tiga hari berturut-turut hingga Sabtu (2/4),” tutur Nanang menjelaskan usai ritual doa bersama.
    Pada kegiatan istighatsah hari pertama dan kedua, kata dia, ritual doa bersama hanya diikuti oleh siswa kelas XII MAN 1 Tulungagung yang berjumlah 375 siswa.
    Namun pada hari terakhir rangkaian kegiatan spiritual yang diselenggarakan secara khusus guna membangun kesiapan mental dan spiritual siswa jelang UN tersebut, istighatsah akan diikuti seluruh siswa setempat.
    “Terutama untuk kelas XI dan XII. Siswa kelas X mungkin tidak banyak yang ikut karena pada waktu bersamaan ada kegiatan latihan baris-berbaris,” ujarnya.
    Prosesi ritual berlangsung kurang lebih sejam. Diawali dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah, ritual dilanjutkan dengan membaca beberapa bacaan surat dalam kitab suci Al Quran dan diakhiri dengan doa bersama.
    Nanang Ashari yang menjadi imam lalu memandu para siswa untuk membaca dia bersama agar siswa kelas XII MAN 1 Tulungagung diberi kemudahan dalam menghadapi maupun mengerjakan soal ujian nasional yang akan digelar pada 4-6 April, pekan depan.
    “Sudah menjadi tradisi di sekolah kami, setiap menjelang ujian nasional ataupun ujian semester tahap akhir menjelang kenaikan kelas, selalu digelar ritual istigotsah dan doa bersama seperti ini,” ucapnya.
    Selain membina spiritual siswa, kata dia, prosesi seperti itu dianggap penting dalam mempersiapkan mental siswa agar lebih fokus dalam menghadapi ujian nasional.
    Belajar di sekolah maupun di rumah sudah dilakukan, namun mempersiapkan mental dan spiritual tidak bisa dipisahkan karena menjadi kunci lain keberhasilan maupun keberuntungan siswa dalam menghadapi ujian, imbuhnya.
    “Intinya, semua upaya dilakukan sejauh itu halal dan dibenarkan secara syariat Islam. Tahun lalu hasil UN siswa kami cukup baik dan semua lulus, tahun inipun kami berharap hasil yang minimal sama atau bahkan lebih baik. Amin,” ucap Nanang.
    Sementara itu, salah satu siswa peserta istighatsah bernama Aldesir Z menanggapi positif digelarnya doa bersama tersebut.
    Menurutnya, dengan doa bersama secara khusyuk membantu mereka dalam membangun konsentrasi menghadapi UN secara individu maupun kolektif.
    “Istighatsah dan doa bersama seperti ini membuat kami lebih tenang,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com