• SMAN 1 Jayapura Optimistis Lulus 100 Persen

    0

    Jayapura, jurnalsumatra.com – Pengelola SMAN 1 Kota Jayapura optimistis ratusan siswa-siswinya yang akan mengikuti ujian nasional (UN) pada 4-7 April 2016 bisa lulus 100 persen, meskipun belum menggunakan sistem ujian berbasis komputer.
    “Meski tahun ini belum bisa ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau masih menggunakan gaya lama yakni ujian berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT), tapi saya meyakini anak-anak didik  tetap bisa menyelesaikan soal UN dengan baik,” kata Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Jayapura, Papua, Drs Ariyanto Kadir, di Jayapura, Kamis.
    Menurut dia, keyakinan itu didukung dengan sejumlah persiapan yang telah dilakukan seperti lakukan ‘try out’ dan juga latihan soal-soal UN.
    “Pekan ini, kami agendakan untuk gelar doa bersama siswa-siswi yang akan ikuti UN,” katanya.
    Ketika ditanya mengapa, SMAN 1 Kota Jayapura belum laksanakan UNBK, Ariyanto mengatakan bahwa pihaknya dianggap terlambat mendaftar ke Dinas Pendidikan Kota Jayapura.
    Padahal segala kesiapan sudah dilakukan, misalnya menyiapkan ruang laboraturium lengkap dengan perangkat pendukungnya.
    “Tapi hal ini, tidak patut dipersoalkan. Yang penting anak-anak siap untuk UN, baik dari segi mental dan fisiknya, sehingga saat hari H bisa hadir dan menyelesaikan soal dengan baik dan target lulus 100 persen bisa tercapai,” katanya.
    Sedangkan kekhatiwaran terkait kebocoran soal, pria paruh baya asal Gorontalo ini menyampaikan bahwa hal itu tidak akan terjadi, karena soal UN akan disalurkan beberapa jam saat ujian.
    “SMAN 1 Kota Jayapura merupakan salah satu sekolah yang mendapat penghargaan sebagai sekolah berintegritas tinggi dalam selenggarakan UN tingkat nasional yang diberikan oleh Mendikbud pada 2015,” katanya.
    Sehingga, tambah dia, kebocoran soal yang ditakutkan tidak akan terjadi, karena anak-anak didik sudah diajarkan tentang bagaimana menjaga integritas dan bersikap jujur saat mekaksanakan UN nanti.
    “Integritas anak-anak dan guru tetap kami jaga, tahun depan SMAN 1 Kota Jayapura akan UN berbasis komputer,” kata Ariyanto.
    Sementara itu, Alfrida Seseray, siswi kelas XII IPS-1 mengaku tidak mempersoalkan jika sekolah lain laksanakan UN berbasis komputer.
    “Memang, pak guru sempat bilang akan UN pakai sistem komputer tapi  saya belum siap jika hal itu dilaksanakan. Dan beruntung tahun ini masih menggunakan kertas soal,” katanya.
    Apakah hal itu karena tidak mengetahui operasikan komputer atau laptop, siswi kelahiran Abepura, 12 Maret 1999 menampik hal itu.
    “Kalau praktek komputer tiap hari saya lakukan, hanya masih senang saja kalau UN pakai lembar soal, karena bisa lebih teliti memahami dan menjawab soal,” kata Alfrida yang bercita-cita menjadi Polwan.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com