• Ratusan Peziarah Berlayar Menuju Larantuka

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Sebanyak 300 peziarah dari Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa, berlayar menuju Larantuka dengan sebuah kapal feri untuk mengikuti prosesi Semana Santa di ibu kota Kabupaten Flores Timur itu.
    “Kami perkirakan antara 250 – 300 peziarah yang akan berlayar hari ini dari Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang menuju Pelabuhan Penyeberangan Waibalun di ujung timur Pulau Flores untuk mengikuti Semana Santa di Larantuka,” kata Manajer PT Fery Indonesia (Persero) Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Kupang, Arnoldus Jansen kepada Antara di Kupang, Selasa.
    Ia mengatakan jumlah peziarah yang berlayar ke Larantuka saat ini, jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan volume keberangkatan para peziarah pada Minggu (13/3) yang mencapai sekitar 900 orang.
    “Hari Minggu kita siapkan dua kapal, dan semuanya penuh. Namun kita juga siapkan beberapa armada untuk mencegah terjadinya penumpukkan penumpang,” tambahnya.
    ASDP Cabang Kupang sendiri lanjutnya sudah menjadwalkan sejumlah pelayaran yang dikhususkan bagi peziarah yang akan mengikuti Prosesi Semana Santa di Kota Larantuka yang disebut dengan Kota “Reinha Rosari” itu.
    Prosesi Semana Santa  yang tahun ini akan jatuh pada 25 Maret 2016 itu, merupakan sebuah tradisi sakral dalam agama Katolik untuk memperingati wafat Yesus kristus. Di Larantuka ibu kota Kabupaten Flores Timur tradisi itu telah dilaksanakan sejak 500 tahun lampau.
    Tradisi keagamaan yang merupakan warisan Portugis itu, sudah berlangsung lebih dari 500 tahun ketika bangsa Portugis menyebarkan agama Katolik dan berdagang cendana di Kepulauan Nusa Tenggara. Prosesi Jumat Agung itu diawali dari perayaan Rabu Trewa.
    Prosesi Semana Santa ini juga merupakan sebuah agenda tahunan dari pemerintah daerah Flores Timur sebagai sebuah wisata rohani dalam menarik wisatawan baik domestik dan mancanegara.
    Mery Klau, seorang peziarah yang ditemui saat bersama keluarganya di atas kapal feri mengatakan, hampir setiap tahun ia bersama keluarganya berlayar ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Jumat Agung tersebut.
    “Setiap tahun pasti saya tidak ketinggalan untuk ikuti prosesi Jumat Agung ini,” kata Mery yang berasal dari Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) tersebut.
    Untuk penginapan, ia berharap bisa menginap di rumah warga, karena sejumlah penginapan sudah penuh dari beberapa bulan yang lalu.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com