• POLRES Pasaman Buru Pelaku Penipuan Umrah

    0

    Lubuk Sikaping, Sumbar, jurnalsumatra.com- Jajaran Kepolisian Resor Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memburu pelaku dugaan penipuan terhadap 26 orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah itu, yang hendak melakukan ibadah Umrah melalui biro perjalanan asal Medan, Sumatera Utara.
    Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Syaiful Zubir, di Lubuk Sikaping, Jumat, mengatakan, anggotanya sudah berangkat ke Medan untuk melakukan pengembangan kasus penipuan umrah yang telah dilaporkan sejak Januari 2016 ke Polres Pasaman.
    “Kita sudah koordinasi dengan Polres Medan terkait dengan keberadaan pelaku yang berinisial T, yang diduga telah melakukan penipuan puluhan orang guru yang menyebabkan kerugian sekitar Rp500 juta,” kata Syaiful Zubir.
    Ia menambahkan, tujuh orang anggota Reskrim Polres Pasaman sudah berangkat ke Medan sejak Rabu (16/3) dan saat ini masih melakukan pengembangan di lokasi.
    “Kita juga sudah meminta bantuan Mabes Polri terkait dengan posisi pelaku, sebab telpon gengamnya sulit dihubungi” jelasnya.
    Sebelumnya diberitakan dari keterangan para korban kepada polisi, peristiwa tersebut berawal dari datangnya Direktur PT Hijrah Haramain Medan, Muhammad Toyib, ke Pasaman mensosialisasikan tentang travel umrahnya di Koperasi Guru Daerah (Kogusda) Unit II Rao.
    Dengan sosialisasi tersebut, para PNS yang sehari-harinya sebagai guru tertarik dan langsung mendaftar. Sebanyak 26 calon jamaah umrah tersebut mendaftar melalui Kogusda Unit II Rao dengan menyerahkan uang Rp22.500.000/orang.
    Kemudian uang 26 calon umrah tersebut diserahkan kepada pihak travel PT Hijrah Haramain Medan melalui buya Iwan yang tinggal di Petok, Pasaman.
    Kemudian, 26 orang calon jamaah umrah tersebut mengikuti manasik yang dibimbing oleh buya Iwan sebanyak delapan kali.
    Dalam manasik tersebut, dua kali Direktur PT Hijrah Haramain datang menemui calon jamaah. Setelah selesai manasik, mereka mendapat informasi akan diberangkatkan pada 18 Januari 2016, namun dibatalkan dan dijadwal ulang 29 Januari 2016.
    Para calon jamaah tersebut kemudian berangkat ke Medan pada tanggal 27 Januari 2016 dan menginap di salah satu hotel menunggu keberangkatan.
    Namun sayang, pada 29 Januari 2016 tersebut, ketika Direktur PT Hijrah Haramain dihubungi melalui telpon gengamnya tidak aktif lagi.
    Para calon jamaah tersebut mendatangi rumah dan kantor travel tersebut, yang beralamat di Jalan Guru II A nomor 44 E Medan, namun Direktur PT Hijrah Haramain tidak berada di kantor maupun di rumah.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com