• iklan 3


  • Mobil Beserta Sopirnya Terjebur Masuk Sungai Brantas

    0

         Blitar, jurnalsumatra.com – Sebuah mobil Suzuki Carry beserta sopirnya meluncur masuk Sungai Brantas saat hendak diseberangkan menggunakan perahu tambang di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (21/3)petang.
    “Mobil itu akan diseberangkan. Dugaan sementara, posisi persneling netral, sehingga mobil melaju kencang dan tercebur ke sungai,” kata anggota Polsek Srengat Aiptu Hadi Wahyono kepada wartawan, Senin petang.
    Ia juga mengatakan mobil itu hendak diseberangkan dari Blitar ke Tulungagung dengan naik perahu tambang. Sopir mobil itu diketahui bernama Suwandi (60), warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

         Saat mobil tenggelam sopir mobil tidak bisa keluar dari kendaraannya, sehingga ikut tenggelam di Sungai Brantas. Diduga, pintu terkunci dan panik, yang membuat korban tidak dapat keluar.
    Polisi juga sudah berupaya mencari mobil serta korban. Pencarian juga melibatkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar. Namun, hingga kini mobil beserta korban juga belum ditemukan.
    Sementara itu, Sutikno (55) warga yang mengoperasikan perahu itu mengatakan saat kejadian mesin di mobil yang dikemudikan Suwandi dalam keadaan mati dan langsung melaju dengan kencang. Bahkan, mobil juga menabrak pembatas yang digunakan sebagai pengaman.
    “Saat itu mesin mobil dalam keadaan mati dan ketika meluncur ia juga sempat meminta tolong sebelum terjun dan tenggelam di sungai,” katanya.

         Ia mengaku kebingungan dan tidak dapat berbuat banyak atas kejadian tersebut. Arus di Sungai Brantas cukup deras dan sangat cepat. Ia meminta tolong warga lain hingga kejadian itu dilaporkan ke kepolisian.
    Saat ini, kasus tersebut masih ditangani kepolisian setempat. Sementara, lokasi penyeberangan juga masih ditutup dengan garis polisi yang menandakan perahu itu tidak diizinkan untuk beroperasi.
    Lokasi tenggelamnya mobil itu juga sempat menjadi tontonan warga yang ingin mengetahui dengan pasti kejadian tersebut. Mereka juga berharap mobil bisa terlihat, namun belum ditemukan.
    Perahu tambang selama ini dimanfaatkan oleh warga sebagai jalur alternatif dengan lewat Sungai Brantas. Dengan naik perahu penyeberangan pengendara bisa lebih memperpendek waktu. Pengendara juga tidak harus memutar baik lewat Kademangan, Kabupaten Blitar ataupun lewat Tulungagung dulu untuk sampai ke lokasi tujuan.

         Untuk naik perahu penyeberangan, tarif yang diberikan cukup terjangkau. Kendaraan roda dua diberi tarif Rp3.000 sekali jalan, sementara roda empat biasanya sekitar Rp10.000 sekali jalan.
    Perahu penyeberangan banyak melintas di Sungai Brantas. Namun, terkadang tingkat keselamatannya kurang diperhatikan, misalnya pembatas perahu dari bambu ataupun besi ringan. Selain itu, tidak semua perahu dilengkapi dengan fasilitas pelampung, sehingga ketika perahu tenggelam atau ada yang mengalami kecelakaan tidak secepatnya bisa diberikan pertolongan.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com