• BI: Sektor Konsumsi Bengkulu Harus Dimaksimalkan

    0

        Bengkulu, jurnalsumatra.com – Bank Indonesia menilai Provinsi Bengkulu harus lebih memaksimalkan peran sektor konsumsi guna membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih positif.
    Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Bambang Himawan di Bengkulu, Kamis mengatakan dasar perekonomian Bengkulu sampai saat ini masih timpang karena kurangnya dukungan sektor konsumsi.
    “Ada tiga sektor yang menjadi dasar perekonomian Bengkulu, yakni belanja pemerintah daerah, bisnis dan konsumsi,” kata dia.
    Sayangnya, kata Bambang, salah satu sektor penting, yakni sektor konsumsi seakan tidak berkembang sehingga belum ada dukungan yang berarti dari sektor tersebut untuk perekonomian Bengkulu.

        Sektor konsumsi ini disokong oleh dana sosial, sementara dana tersebut sampai saat ini belum mampu dikelola dengan baik.
    “Bengkulu harus hidupkan badan pengelola dana sosial serta zakat, manajemennya dan sasaranya juga harus jelas,” katanya.
    Pemahaman masyarakat dari manfaat besar dana sosial serta dana zakat juga masih kurang. Sementara, dampak dana tersebut jika dikelola dengan baik diprediksi mampu melebihi dua sektor pondasi perekonomian Bengkulu lainnya.

        Dana tersebut, menurut Bambang, memiliki peran vital untuk menggerakkan sektor riil.
    Tingginya aliran dana sosial maupun zakat yang diterima masyarakat penerima, memberikan dampak pergerakan transaksi ekonomi yang besar di pasar.
    Sementara itu, jika pasar bergairah, hal itu akan menjadi salah satu indikator bagi investror maupun pengusaha untuk membangun berbagai jenis usaha di daerah tersebut.
    “Namun sampai saat ini, dana ini masih disalahartikan, bukan untuk konsumsi, tetapi malah dipergunakan pada pembangunan sarana ibadah, jika dana tersebut masuk ke sana, artinya perannya untuk membangun sektor riil akan hilang,” kata Bambang.

        Sementara itu, untuk struktur belanja daerah, selama ini, sesuai data, menyumbang cukup baik. Pembelanjaan pemerintah setempat berkisar 80-90 persen dari anggaran belanja daerah.
    Selanjutnya sektor bisnis dan investasi di Bengkulu, berkembang cukup baik, sekarang sektor itu mulai bergerak ke arah kepariwisataan. Bisnis dan investasi yang berkembang signifikan ini contohnya seperti, usaha perhotelan, kuliner, jasa transportasi maupun perjalanan wisata.
    Usaha mikro kecil dan menengah serta komoditas pertanian juga berkembang lebih baik dengan naiknya tingkat kunjungan wisata.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com