• iklan 3


  • BEI: transaksi investor saham Sumsel tumbuh pesat

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Nilai transaksi investor saham di Sumatera Selatan tumbuh pesat sejak awal 2016 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

    Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Early Saputra di Palembang, Senin, mengatakan, terjadi kenaikan hingga dua kali lipat jika dibanding 2015 yakni dari Rp225 miliar menjadi Rp404,2 miliar per bulan.

    “Pertumbuhan nilai transaksi itu tak lain berkat semakin bertambahnya new single investor ID (SID) di Sumsel yang baru dua bulan yakni Januari-Februari sudah mencapai 471 SID,” kata dia.

    Sementara tahun lalu, hanya mampu mencapai 874 SID dengan total nilai transaksi sepanjang tahun lalu tercatat Rp2,7 triliun.

    “Bertambahnya SID asal Sumsel ini dapat dijadikan indikator bahwa industri pasar modal sudah mulai dikenal di provinsi ini,” kata Early.

    Ia menambahkan, saat ini BEI perwakilan di Palembang fokus membidik investor muda dari kalangan mahasiswa karena di sejumlah kota di Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan cukup mengejutkan sejak mulai disosialisasikan di kampus.

    Pemberian sosialisasi ini tak sebatas mengajak mahasiswa mau berinvestasi di pasar modal tapi juga menggugah mereka untuk pandai dalam menggunakan uang.

    Kemampuan ini harus dimiliki karena setelah lulus kuliah dan bekerja, para mahasiswa ini akan memiliki penghasilan sendiri.

    “Kalangan muda harus tahu sedari awal bahwa untuk apa uang yang dimiliki, jika sudah begitu maka mereka sudah tahu bahwa harus menyisihkan untuk berinvestasi demi ketahanan ekonomi di masa datang,” kata Early.

    Ia menambahkan, langkah awal dalam berinvestasi ini dapat dimulai sejak masih kuliah karena untuk membuka akun dapat dilakukan dengan menggunakan dana Rp350 ribu hingga Rp500 ribu, semisal untuk membeli saham atau membeli reksadana.

    “Tipsnya mau belajar dulu, setelah benar-benar paham, barulah mencoba. Dan kapan saat mencoba ?, menurut saya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai belajar karena ketika harga saham menurun maka akan sangat mudah menganalisa kondisi suatu perusahaan,” kata Early.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com