• iklan 3


  • Mantan Kades Palu Kecamatan Pemulutan Ditangkap

    0
    ?

    ?

    INDRALAYA, jurnalsumatra.com – Mantan Kades Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) berhasil ditangkap oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Ogan Ilir (OI) yang dipimpin Ipda Sondi Fraguna SH, Selasa (23/02/2016).

    Ia ditangkap petugas ketika hendak pergi ke kantor Camat Pemulutan guna melengkapi berkas pencalonan Pilkades serentak Kabupaten OI yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.

    Tersangka yakni Buchori (43), warga Dusun IV Rt 08 Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI. yang terakhir menjabat pada tahun 2013 lalu itu, dan ditetapkan sebagai tersangka oleh unit Pidkor Polres OI, atas dugaan korupsi penggunaan dana Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya (BSPS) senilai Rp 340.250.000.

    Dana senilai Rp 300 juta lebih itu, merupakan Bansos program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bagi 95 Kepala Keluarga (KK) Desa Palu Pemulutan yang tergolong kedalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Oleh tersangka, dana senilai Rp 300 juta lebih tersebut yang semestinya diperuntukkan untuk bahan-bahan material perbaikan rumah bagi 95 KK kategori MBR, hingga saat ini, belum direalisasikannya.

    Kapolres OI AKBP Denny Y Putro SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Haris Munandar SH SIk bersama Kanit Pidkor Ipda Sondi Fraguna SH menerangkan, awalnya pihaknya menerima laporan mengenai adanya dugaan korupsi dana Bansos BSPS.

    Dari hasil penyelidikkan dan pemeriksaan saksi lanjut Kasat, indikasi dugaan korupsi dana bantuan BSPS program Kemenpera tahun 2013 itu yang dilakukan oleh tersangka Buchori mantan Kades Palu, diperkuat setelah pihak Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) melakukan audit.

    “Dari hasil audit BPKP, adanya indikasi dugaan korupsi yang dilakukan oleh Buchori yang pada tahun 2013 lalu, menjabat sebagaiKades Palu. Maka dari itu, kita tetapkan sebagai tersangka,” Ujar Kasat.

    Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka yang lain.

    Dijelaskan Kasat, kronologis penyalahgunaan wewenang hingga berujung penetapan sebagai tersangka mantan Kades Palu itu, dengan cara, tersangka mengambil dana senilai Rp 340.240.000 dari suplier toko Taqwa Tani, dengan alasan mendistribusikan material bahan-bahan bangunan kepada masing-masing sebanyak 95 KK Desa Palu Pemulutan yang tergolong kedalam MBR. Diduga dana tersebut untuk kepentingan pribadi.

    “Selain mengamankan tersangka, barang bukti senilai Rp 16 juta dari sisa suplier Toko Taqwa juga kita amankan, untuk selanjutnya, tersangka bersama barang bukti akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kayuagung,” Terangnya.

    Sementara itu Tersangka Buchori Saat digiring menuju ruang penyidik Pidkor Polres OI, terlihat hanya pasrah sesekali menundukkan kepala tanpa memberikan keterangan kepada wartawan. (Edi)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com