• iklan 3


  • Kapolda Janji Tindaki Pembegal Yang Meresahkan Masyarakat

    0

         Makassar, jurnalsumatra.com – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar berjanji akan menindak para pelaku pencurian dan kekerasan atau begal yang banyak meresahkan masyarakat.
    “Saya memahami keresahan dari adik-adik mahasiswa dan saya sudah perintahkan tim reserse untuk mengungkap pelaku pembegalan terhadap Wakil Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, Musyarrafah,” ujarnya di hadapan para mahasiswa di Makassar, Rabu.
    Di hadapan mahasiswa yang tergabung dalam Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru (Gappembar), dirinya berjanji untuk mengungkap pembegal terhadap Musyarrafah serta pelaku pembegalan lainnya.
    Pudji mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan elemen mahasiswa ini karena mereka siap mendiskusikan persoalan begal yang menimpa rekannya itu.
    “Kami mengapresiasi kunjungan rekan-rekan ini. Apa yang mereka informasikan kepada kami, itu menjadi bahan dalam hal mengungkap pembegal rekannya,” katanya.
    Mantan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) itu mengaku jika sekecil apapun informasi yang disampaikan kepadanya, pihaknya akan mengevaluasai semua informasi tersebut.      Apalagi kata dia, kasus begal seperti ini memang bukan pertama kalinya terjadinya. Sehingga perlu ada penanganan khusus. Untuk itu, pihaknya selaku pimpinan kepolisian di Sulselbar punya tanggungjawab untuk mengkoordinir setiap Kapolres.
    Ketua Gappembar, Andi Ikbal Husni Parenrengi dihadapan Kapolda Sulselbar menambahkan, kasus begal yang menimpa rekannya itu bukan kali ini terjadi. Kasus kejahatan jalanan atau begal itu, sudah kerap menelan korban.
    “Untuk itu kasus yang menimpa rekan kami agar segera diungkap dan diusut tuntas. Jangan sampai ini sudah didesain secara terstruktur. Karena sudah berapa pelaku yang ditangkap, tapi masih banyak juga yang beraksi,” katanya.
    Sebelumnya, Wakil Ketua PW Nasyiatul `Aisyiyah Sulsel Musyarrafah menjadi korban di depan Masjid Cheng Ho, Jalan Hertasning Baru, Kabupaten Gowa, Minggu (21/2), hingga harus meregang nyawa setelah berjuang melawan begal.
    Aktivis Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, Yusnaeni menceritakan bahwa Musyarafah berniat berkunjung ke rumahnya di Samata, Gowa. Menjelang magrib Musyarrafah dibonceng temannya, melintas di Jalan Hertasning Baru, menuju Samata.
    “Ketika berada di depan Masjid Cheng Ho, ada motor yang mendekat dan nyaris menyerempet motor Kak Musyarrafah. Salah seorang dari mereka berusaha menarik tas yang dipegang Musyarrafah, namun ia melawan. Tasnya berhasil dipertahankan, tapi ia gagal mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Ia jatuh dan kepalanya terbentur,” jelas Yusnaeni.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com