• Dinsos Tangerang Data Penghuni Lokalisasi Prostitusi Dadap

    0

         Tangerang, jurnalsumatra.com – Aparat Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan pendataan terhadap penghuni lokalisasi prostitusi di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi supaya mempermudah dalam pembinaan.
    “Data sebelumnya terdapat sekitar 700 pekerja seks komersial (PSK) dan puluhan mucikari, tapi belakangan jumlahnya bertambah,” kata Kepala Dinsos Pemkab Tangerang Firzada Mahali di Tangerang, Rabu.
    Firzada mengatakan tujuan pendataan agar penangganan PSK lebih maksimal termasuk program pembinaan agar dapat dilatih berbagai ketrampilan.

         Pernyataan tersebut terkait Pemkab Tangerang menargetkan kawasan prostitusi di Dadap dibongkar akhir Mei 2016 karena saat ini sudah ada pemberitahuan dari aparat Kecamatan Kosambi.
    Bahkan pihaknya bersama instansi terkait lainnya sedang melakukan sosialisasi menyangkut pembongkaran dan upaya pembinaan terhadap PSK dan mucikari agar mereka dapat mandiri.
    Upaya tersebut adalah para mucikari dan PSK diberikan ketrampilan dan mereka daat berusaha duntuk mendapatkan uang dengan cara yang lebih baik.

         Pemkab Tangerang menggandeng akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk membuat rencana kawasan Dadap menjadi pusat kajian Islam dan kampung nelayan.
    Demikian pula pihaknya sudah mendapatkan paparan dari Prof Budi Pratikno dari UGM dan mengubah kawasan kumuh menjadi lebih baik.
    Namun semula kawasan Dadap merupakan perkampungan nelayan yang kumuh dan terdapat lokasi prostitusi sehingga perlu dirombak dan ditata.

         Kawasan Dadap tersebut dengan luas sekitar 12 hektare dan sebanyak 40 persen milik penduduk setempat dan sebagian milik PT Angkasara Pura II, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
    Pemilik lahan lainnya di kawasan tersebut adalah pemerintah pusat yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
    Dia mengatakan pendataan tersebut demi memudahkan dalam pembinaan termasuk memberikan bekal ketrampilan supaya mandiri.

         Sebelumnya, Pemkab Tangerang, mengucurkan dana Rp10 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja untuk menjadikan kawasan Dadap, sebagai kawasan religi.
    Kawasan itu letaknya sangat strategis dan berbatasan langsung dengan DKI Jakarta serta dihuni ratusan nelayan dan setiap tahun terjadi bencana banjir air laut pasang (rob).(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com