• BPBD Ambon Fokus Antisipasi Bencana Kekeringan

    0

         Ambon, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon fokus melakukan antisipasi penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan.
    “Tahun 2016 kita fokus menangani bencana kekeringan karena prediksi BMKG kekeringan akan terjadi di Ambon sejak awal tahun hingga September, sehigga perlu penanganan khusus,” kata Kepala BPBD setempat, Enrico Matitaputty di Ambon, Kamis.
    Menurut dia, sejak Januari Kota Ambon mengalami musim kemarau yang panjang yang berdampak pada kebakaran hutan dan lingkungan, serta krisis air bersih.
    Antisipasi kekeringan yang berdampak pada kebakaran hutan pihaknya bersama Kantor Pemadam Kebakaran menyiagakan petugas untuk melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
    “Sementara untuk mengantisipasi krisis air bersih kita terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara efesien,” katanya.
    Enrico mengatakan, antisipasi kekeringan serta krisis air bersih pihaknya menyiapkan tiga unit mobil tangki untuk menyalurkan air bersih.
    Distribusi air bersih dilakukan ke 25 titik yang mengalami krisis air bersih, selama satu bulan secara bergilir guna meng­atasi dampak kekeringan yang berkepanjangan yang dimulai sejak 15 Januari – 14 Februari.
    Lokasi yang memperoleh distribui air bersih dari pemerintah di antaranya Wainitu, Batu Merah, Kudamati, Kelurahan Nusaniwe, Benteng, Laha, Tawiri, Lata, Lateri, dan Wailiha.
    “Tiga mobil tangki disiapkan untuk menyalurkan air bersih di sejumlah kawasan yang mengalami krisis air bersih, dan setiap kawasan memperoleh jatah 5.000 liter air bersih,” ujarnya.
    Ia menyatakan, setelah melakukan distribusi air bersih pihaknya akan melakukan evaluasi selama sepekan guna mengetahui sejauh mana proses distribusi yang telah dilakukan.
    “Evaluasi akan dilakukan selama sepekan bersama para camat dan lurah guna memberikan informasi ke BPBD apakah masih ada warga yang mengalami krisis air bersih,” ujarnya.
    Ia mengakui, musim kemarau berdampak pada kebakaran hutan untuk itu pihaknya mengimbau warga untuk berhati-hati dalam membuka lahan baru, serta menggunakan benda yang mudah terbakar di sekitar lahan baru atau hutan.
    Kebakaran hutan lanjutnya terjadi di sejumlah lokasi yakni hutan kawasan Halong, Gunung Nona dan sejumlah kawasan lainnya, hal ini berdampak pada kabut asap dan debu yang menyelimuti Kota Ambon.
    “Kita terus berupaya meminimalisir terjadinya bencana kebakaran hutan di Kota Ambon akibat musim kemarau yang berkepanjangan, selain antisipasi kami juga meminta warga untuk lebih siaga,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com